
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa usai melaksanakan salat id di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3). (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal alasannya tak memberi Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Agrinas Pangan Nusantara yang memperoleh mandat untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Sebagai gantinya, Agrinas Pangan justru diperbolehkan melakukan pinjaman jumbo senilai Rp 240 triliun dari perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Namun tetap memperoleh keistimewaan, karena cicilan pembiayaan ke himbara akan dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui alokasi dana desa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Purbaya, pilihan tersebut diambil untuk membatasi eksposur langsung terhadap APBN, sekaligus mendorong disiplin pembiayaan dari sisi perbankan.
“Nanti saya terekspos langsung kan (jika memberi PMN), kalau itu tagihan besar. Agrinas Pangan ini Koperasi Merah Putih ya? Kalau dia aja jeblok habis-habisan, saya habis-habisan, nggak unlimited loh,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, dikutip Selasa (24/3).
Mantan Ketua LPS ini menjelaskan, melalui skema pembiayaan Himbara, beban pemerintah dapat dikontrol secara lebih terukur. Di mana aat ini, pemerintah hanya perlu menanggung kewajiban pembayaran sekitar Rp 40 triliun per tahun.
“Kalau sekarang kan saya sudah pasti cuma bayar Rp 40 triliun setiap tahun. Nanti yang nanggung kalau ada apa-apa, banknya sendiri. Kalau dia masih minjam selalu berlebih,” jelasnya.
Purbaya juga memaparkan bahwa total kebutuhan pembiayaan program tersebut mencapai sekitar Rp 240 triliun dalam jangka waktu enam tahun. Skema cicilan tahunan dinilai lebih realistis dibandingkan harus menggelontorkan dana besar di awal melalui PMN.
“Tapi kan sudah kelihatan Rp 240 triliun panjang enam tahun, saya cicil Rp 40 triliun,” tuturnya.
Meski ada pandangan bahwa skema ini berpotensi kurang efisien, Purbaya menilai pembayaran dana desa untuk pembangunan Koperasi Merah Putih justru memiliki potensi keuntungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022