
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, Senin (30/3). (YT Sekretariat Presiden)
JawaPos.com – Proyek strategis nasional Blok Masela kini semakin mendekati kepastian. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut investasi besar dari Inpex Corporation bakal mengalir di tanah air dengan nilai mencapai Rp 300 triliun.
Kepastian tersebut mengemuka dalam forum bisnis di tengah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang, yang menghasilkan sejumlah langkah konkret dalam percepatan investasi sektor energi dan hilirisasi, pada Senin (30/3) waktu setempat.
Menurut Bahlil, nilai dasar pengembangan proyek atau Development Plan of Development (DPOD) disebut mencapai sekitar USD 20 miliar, dengan tambahan USD 1 miliar untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS).
“Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total project-nya 20,9 miliar dolar AS karena dia tambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu 20 miliar," kata Bahlil dalam keterangan pers di Tokyo seperti dikutip dari YoTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3).
"Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini kemungkinan besar akan nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun lebih,” imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Investasi ini menegaskan, Presiden Prabowo juga menginstruksikan agar implementasi proyek segera dipercepat, mengingat perannya yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya sektor minyak dan gas (migas).
“Kalau ini mampu kita lakukan maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia,” tegas Bahlil.
Baca Juga:Pahami Polis Asuransi Kesehatan: Ini Hal Penting yang Wajib Diketahui Agar Klaim Tidak Ditolak
Selain fokus pada Blok Masela, pemerintah juga terus mendorong percepatan transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Indonesia disebut akan mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki di tengah ketidakpastian geopolitik global.
“Memang kita lagi dorong untuk mempergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa? Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, capaian ini tidak lepas dari koordinasi solid antar kementerian dan lembaga selama kunjungan kerja di Jepang. Ia pun menilai kepastian ini menjadi sinyal bahwa kepercayaan global ke Indonesia semakin paten di tengah dinamika geopolitik yang berkecamuk.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
