
Presiden Prabowo Subianto didampingi sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih dalam kunjungan resmi perdananya ke Jepang pada Minggu (29/3). (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia dinilai melakukan koreksi arah diplomasi ekonomi yang selama ini sudah bermitras strategis dengan Pemerintahan Jepang.
Penilaian itu diungkap oleh pengamat Hubungan Internasional Zenzia Sianica Ihza. Dia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir hubungan Indonesia–Jepang sempat terkesan meredup seiring meningkatnya intensitas kerja sama Indonesia dengan Tiongkok, terutama di sektor infrastruktur dan investasi skala besar. “Selama ini Jepang seolah ditinggalkan," ujar Zenzia Sianica Ihza dalam analisisnya, di Jakarta, Selasa (31/3).
Padahal, sambungnya, karakter hubungan Indonesia–Jepang itu bersifat komplementer, bukan substitusi. Kerja sama dengan Jepang cenderung saling melengkapi (complementary), terutama dalam aspek teknologi, kualitas industri, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Jepang membawa teknologi, governance, dan standar tinggi. Indonesia menyediakan pasar, sumber daya, dan SDM. Ini hubungan yang sehat dan jangka panjang,” kata Zen.
Baca Juga:Prabowo Tegaskan Indonesia dan Jepang Sepakat Dorong Deeskalasi Konflik Global Menuju Perdamaian
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melakukan kunjungan resmi perdana ke Tokyo, Jepang, pada Minggu (29/3). Kunjungan itu didampingi oleh sejumlah anggota Kabinet Merah Putih. Rombongan tiba di Bandara Haneda pada Minggu (29/3) sekitar pukul 19.10 waktu setempat.
Adapun kunjungan itu diarahkan untuk memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama 68 tahun. "Kunjungan Presiden ini akan fokus membahas hal-hal strategis antara kedua negara, termasuk kerja sama di bidang teknologi dan digital," kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang ikut dalam rombongan tersebut.
Selama berada di Tokyo, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Naruhito serta menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Selain agenda kenegaraan, Presiden juga akan bertemu dengan sejumlah pelaku usaha besar dan menyaksikan penandatanganan beberapa kesepakatan investasi dari perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia.
Baca Juga:Menkomdigi Meutya Hafid Dampingi Presiden Prabowo ke Jepang, Perkuat Kerja Sama Teknologi Digital
Kunjungan Prabowo juga dinilai penting karena bertepatan dengan perubahan besar dalam skema Official Development Assistance (ODA) Jepang. Jika sebelumnya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, kini Jepang mengarahkan ODA ke pengembangan SDM dan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).
Dalam pertemuan tingkat tinggi di Tokyo, disepakati bahwa Jepang akan mendukung pengembangan SDM AI di Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang kedua negara. “Ini bukan bantuan biasa. Ini investasi masa depan. Jepang ingin membangun ekosistem ekonomi bersama Indonesia,” kata Zenzia.
Pendekatan baru ini dikenal sebagai “co-creation”, yakni kemitraan setara antara dua negara. Jepang menyediakan teknologi dan pembiayaan, sementara Indonesia menawarkan talenta muda, pasar besar, dan data.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
