
Ilustrasi pengguna Vape. (istimewa)
JawaPos.com - Sejumlah komunitas dan pelaku industri rokok elektronik (vape) angkat bicara terkait maraknya pemberitaan tentang penyalahgunaan vape sebagai media konsumsi narkoba.
Isu ini menjadi perhatian dalam kegiatan Halalbihalal Vapers yang digelar akhir pekan lalu yang juga diisi diskusi edukatif mengenai penggunaan produk tembakau alternatif secara bertanggung jawab.
Dalam forum tersebut, berbagai pihak menekankan pentingnya membedakan antara produk vape legal dengan praktik penyalahgunaan oleh oknum tertentu.
Ketua Umum Perkumpulan Produsen E-Liquid Indonesia, Daniel Boy Purwanto, menegaskan bahwa produk e-liquid yang diproduksi anggotanya mengikuti komposisi yang jelas dan terbatas.
“E-liquid pada dasarnya hanya terdiri dari empat bahan utama, yaitu propylene glycol, glycerin, perisa, dan nikotin. Tidak ada komponen tambahan lain yang kami anggap berbahaya,” ujarnya dalam diskusi, Selasa (28/4).
Daniel menilai transparansi komposisi menjadi kunci untuk menjawab keraguan publik. Namun, ia juga mengingatkan bahwa informasi tersebut perlu dipahami secara utuh oleh konsumen dewasa, termasuk risiko penggunaan produk tembakau alternatif itu sendiri.
Di sisi lain, Ketua Gerakan Bebas TAR & Asap Rokok (Gebrak), Garindra Kartasasmita, menyebut temuan zat berbahaya dalam vape yang beredar belakangan ini tidak mencerminkan produk legal yang diawasi.
Menurutnya, kasus tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai penyalahgunaan oleh pihak tertentu.
“Tidak tepat jika kemudian seluruh penggunaan rokok elektronik dikaitkan dengan konsumsi zat terlarang. Hal ini bisa memunculkan stigma yang keliru terhadap industri dan konsumen,” jelasnya.
Meski demikian, Garindra menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya pemberantasan narkotika, termasuk jika melibatkan media seperti vape. Ia juga mendorong adanya kerja sama lintas pihak, termasuk dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk mengawasi dan menindak praktik penyalahgunaan tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
