
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak 105 mitra pengemudi ojek online dari berbagai daerah di Indonesia diberangkatkan umrah secara bertahap sepanjang 2026. Program ini diberikan kepada pengemudi ojol dengan capaian performa tertinggi, mulai dari jumlah order, tingkat penyelesaian perjalanan, hingga konsistensi jam kerja selama periode kompetisi berlangsung.
Program tersebut diumumkan menjelang Iduladha 1447 Hijriah dan menjadi bagian dari pola apresiasi perusahaan platform transportasi digital kepada mitra pengemudi di tengah sorotan terhadap kesejahteraan pekerja sektor gig economy. Sebagian penerima berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Pengemudi dari wilayah operasional kecil seperti Kupang, Sorong, hingga Manokwari juga masuk dalam daftar penerima karena sistem penilaian dibagi berdasarkan klaster wilayah operasional.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, apresiasi kepada mitra pengemudi tidak hanya diberikan dalam bentuk finansial, tetapi juga melalui dukungan yang dianggap memiliki makna personal dan spiritual.
“Kami percaya bahwa dukungan untuk Mitra Pengemudi dapat hadir dalam berbagai bentuk. Setiap hari, Mitra Pengemudi menempuh perjalanan, mengantarkan penumpang, makanan, dan barang, sekaligus membawa nilai kebaikan dalam setiap interaksinya,” ujar Neneng melalui keterangannya.
Menurut dia, program umrah tersebut menjadi bagian dari skema dukungan yang sebelumnya juga mencakup Bonus Hari Raya (BHR) untuk ratusan ribu mitra pengemudi pada momen Idul Fitri 2026.
“Program BERKAH adalah cara kami untuk mengapresiasi perjalanan tersebut. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan tanda kasih sebagai wujud terima kasih yang tulus kepada para Mitra Pengemudi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan menginspirasi sesama,” kata Neneng Goenadi.
Program umrah ini berlangsung melalui kompetisi yang digelar pada 1 April hingga 15 Mei 2026. Pengemudi roda dua maupun roda empat mengikuti penilaian berdasarkan sejumlah indikator, seperti jumlah order, hari aktif, jam online, dan tingkat penyelesaian perjalanan.
Jumlah order menjadi indikator utama dalam menentukan pemenang. Skema klaster diterapkan agar pengemudi di kota kecil tetap memiliki peluang yang sama dengan pengemudi di kota besar. Penyesuaian target dilakukan berdasarkan kondisi operasional di masing-masing daerah.
Perusahaan menyebut pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga pemerataan kesempatan di tengah perbedaan tingkat permintaan layanan antarwilayah. Menariknya, sejumlah penerima program berasal dari latar belakang yang beragam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022