
Pemerintah menyiapkan stok pupuk subsidi sebanyak 219.648 ton untuk mengawal musim tanam. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah memastikan ketersediaan pupuk subsidi di tengah tekanan sektor pertanian dunia akibat perubahan iklim dan gejolak harga pupuk internasional.
"Ketika petani di banyak negara menghadapi pupuk yang langka dan mahal, pemerintah Indonesia justru menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen dan memastikan pupuk mudah diakses petani. Inilah salah satu kunci mengapa produksi pangan Indonesia terus meningkat," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dikutip Sabtu (27/6).
Menurut Amran, keberpihakan pemerintah terhadap petani menjadi dasar yang penting dalam menjaga produksi pangan nasional di tengah tantangan global.
Laporan Food Outlook FAO edisi Juni 2026 turut memperkuat optimisme tersebut. Dalam laporan itu, Indonesia tercatat sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan menempati posisi keempat dunia.
FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai sekitar 38,6 juta ton. Di saat yang sama, produksi beras dunia diperkirakan turun sekitar 1,6 persen akibat perubahan iklim dan gangguan pasokan di sejumlah negara produsen utama.
Kondisi tersebut menunjukkan Indonesia mampu menjaga produksi ketika sejumlah negara menghadapi tekanan akibat cuaca ekstrem dan mahalnya sarana produksi pertanian.
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alam Syah memastikan stok pupuk subsidi masih mencukupi kebutuhan petani hingga musim tanam berikutnya.
"Hingga 25 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 54,28 persen dari alokasi nasional 9,55 juta ton. Artinya, masih tersedia sekitar 45,72 persen atau kurang lebih 5,1 juta ton pupuk bersubsidi yang siap dimanfaatkan petani di seluruh Indonesia. Pemerintah terus memastikan distribusi berjalan lancar agar pupuk tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran," ujar Andi Nur Alam Syah.
Dia mengatakan, pemerintah mempercepat distribusi pupuk agar petani dapat segera memanfaatkannya untuk mendukung peningkatan produksi. Pemerintah juga mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian di sejumlah daerah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022