
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa menjadi alat utama pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat investasi pada sumber daya manusia (SDM).
Purbaya mengatakan, pengelolaan APBN dilaksanakan berdasarkan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk mewujudkan kemakmuran rakyat melalui kebijakan fiskal yang sehat dan berkelanjutan.
"Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis Indonesia, mulai dari posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045," ujar Purbaya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (4/7).
Baca Juga:Ganindra Bimo: Pemain Diaspora ke Super league Indonesia Tak Bisa Dinilai Turun Level, Ini Alasannya
Purbaya mengatakan, pemerintah menargetkan Indonesia masuk dalam lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar USD 5 triliun dan pendapatan per kapita di atas USD 15.000. Untuk itu, pembangunan ekonomi harus ditopang oleh SDM yang unggul, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Purbaya menegaskan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) perlu dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut tercermin dalam APBN Tahun Anggaran 2026 yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 769,1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan, revitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selain itu, pemerintah juga menajamkan kebijakan beasiswa LPDP agar lebih selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional. Dengan memprioritaskan bidang-bidang strategis, terutama STEM serta sektor pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan.
"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
