
Ganindra Bimo. (Istimewa)
JawaPos.com - Fenomena semakin banyaknya pemain diaspora berkarir di super league Indonesia, termasuk bergabung dengan Persib Bandung, terus menjadi perbincangan. Sebagian suporter menilai keputusan itu sebagai langkah mundur karena meninggalkan kompetisi Eropa.
Namun, pandangan berbeda disampaikan Ganindra Bimo. Dia menilai, cara melihat perpindahan pemain selama ini masih terlalu sederhana.
Menurut dia, banyak orang masih menganggap perkembangan karir pesepak bola berjalan secara linear. Eropa selalu dianggap berada di level tertinggi, sedangkan Asia diposisikan jauh di bawah.
Dia berpendapat bahwa cara pandang seperti itu sudah tidak sepenuhnya relevan dalam sepak bola modern. Dalam dunia profesional, pemain tidak selalu memilih klub berdasar reputasi liga semata, melainkan mempertimbangkan banyak aspek yang dapat membantu perkembangan karir mereka.
Ganindra menjelaskan bahwa pemain profesional umumnya mencari tempat yang mampu memberikan keuntungan kompetitif. Kesempatan bermain secara reguler, sistem permainan yang sesuai dengan karakter pemain, target klub yang jelas, peluang tampil di kompetisi Asia, hingga peluang lebih besar untuk dipantau tim nasional menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan pilihan.
Karena itu, menurut dia, keputusan seorang pemain meninggalkan Eropa untuk bermain di Indonesia tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penurunan kualitas karir. Justru bisa saja pemain tersebut melihat adanya peluang yang lebih besar untuk berkembang dibandingkan jika tetap bertahan di klub sebelumnya.
Dia juga menyoroti perubahan cara klub-klub modern dalam melakukan perekrutan pemain. Saat ini, banyak klub tidak lagi hanya melihat riwayat karier atau nama besar seorang pemain.
Yang lebih penting adalah apakah pemain tersebut sesuai dengan proyek yang sedang dibangun klub.
Dalam konteks Persib Bandung, Ganindra menilai pertanyaan yang lebih tepat bukanlah mengapa seorang pemain meninggalkan Eropa.
Sebaliknya, publik seharusnya melihat alasan mengapa klub sebesar Persib merasa pemain tersebut layak menjadi bagian dari rencana jangka panjang mereka. Proses transfer selalu melibatkan dua keputusan sekaligus.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
