
kedelai impor menjadi bahan baku tahu di salah satu sentra produksi kawasan Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, Senin (08/06/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Head of Macroeconomic & Financial Market Research PermataBank Faisal Rachman memproyeksikan defisit transaksi berjalan melebar menjadi 2,49 persen dari PDB pada 2026 dibandingkan 0,09 persen dari PDB pada 2025.
Adapun cadangan devisa diperkirakan berada pada kisaran USD 143–147 miliar pada akhir 2026, dari sebelumnya sebesar USD 156,47 miliar pada akhir 2025.
"Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada 2026, seiring agenda pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan mendorong permintaan impor yang lebih kuat, sementara permintaan global yang lebih lemah serta ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan yang masih berlangsung membebani ekspor," kata Faisal, dikutip dari Antara, Jumat (2/10).
Faisal menambahkan bahwa kondisi tersebut berkontribusi terhadap pelebaran defisit transaksi berjalan, sehingga memberikan tekanan terhadap posisi cadangan devisa.
Sebagai catatan, surplus perdagangan Indonesia melonjak dari USD 0,12 miliar pada Juli 2026 menjadi USD 3,55 miliar pada Agustus 2026. Namun, secara kumulatif, surplus perdagangan Januari hingga Agustus 2026 menyusut tajam menjadi USD 7,25 miliar, dari USD 29,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Tim ekonom PermataBank masih melihat risiko penurunan terhadap neraca perdagangan Indonesia pada sisa 2026, di tengah pertumbuhan impor yang tetap solid dan lingkungan ekspor yang menantang.
Adapun PMI Manufaktur S&P Global Indonesia meningkat menjadi 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus 2026, menandakan kembali ekspansinya aktivitas manufaktur.
Baca Juga:BPS: Impor Indonesia Agustus 2026 Tembus USD 186,39 Miliar, Didominasi Bahan Baku/Penolong
Faisal memandang, kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan diperkirakan menjaga permintaan domestik tetap kuat dan mendukung pertumbuhan impor yang lebih tinggi.
Ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di Timur Tengah juga meningkatkan risiko kenaikan harga minyak global, yang berpotensi meningkatkan nilai impor minyak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022