
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Senin (12/10), setelah sebelummya ditutup menguat sebesar 16 poin menjadi Rp 17.899 per dolar AS pada perdagangan Jumat (9/10).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen luar negeri.
"Untuk perdagangan (12/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.780 - Rp 18.060,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Senin (12/10).
Ibrahim mengatakan, sentimen eksternal yang memengaruhi pergerakan rupiah antara lain perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Pada Kamis (8/10), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah melakukan “diskusi produktif” dengan Iran. Trump juga menegaskan tidak ada rencana serangan terhadap Iran sebelum pemilihan umum sela Kongres AS pada 3 November mendatang.
Pernyataan tersebut muncul setelah beredar laporan media yang menyebutkan bahwa Trump mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebelum tanggal tersebut.
Di sisi lain, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tengah meninjau tanggapan AS terhadap usulan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Meski demikian, AS masih memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki bulan kedelapan. Pada Kamis (8/10), Washington menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah individu, jaringan, serta 17 kapal yang mengangkut minyak mentah, produk minyak, dan petrokimia asal Iran.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian pasar karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan.
Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur The Fed Christopher Waller pada Kamis (8/10) menyatakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut masih diperlukan. Namun, dia menegaskan tetap fleksibel dalam menentukan kecepatan penyesuaian suku bunga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022