
Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
JawaPos.com - Konflik Timur Tengah menimbulkan ketidapkastian akan pasokan energi global, usai blokade Selat Hormuz beberapa pekan terakhir, jalur utama perdagangan minyak dunia. Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menilai, penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik jadi salah satu solusi strategis merespons kondisi saat ini.
"Elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), yang dalam bauran energi nasional masih mencapai sekitar 30 persen, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga internasional," katanya dikutip Minggu (29/3).
Di tengah situasi saat ini, jelasnya, kompor listrik bisa menjadi salah satu alternatif utama karena listrik tidak harus bergantung pada minyak dan gas. "Kita masih memiliki sumber energi lain, termasuk batu bara yang dalam bauran energi nasional, dan ketersediaannya relatif lebih besar di dalam negeri," ujar Komaidi.
Menurut Komaidi, keunggulan kompor listrik terletak pada fleksibilitas sumber energinya. Listrik dapat diproduksi dari berbagai sumber energi domestik seperti batu bara, gas, air, dan panas bumi.
Selain sektor rumah tangga, Komaidi menilai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) juga berperan penting dalam menekan konsumsi BBM nasional. Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 532 juta barel per tahun, dengan sektor transportasi menyumbang sekitar 52 persen dari total konsumsi tersebut.
"Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Dalam jangka panjang, ini juga dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus menekan beban subsidi energi," jelasnya.
Komaidi juga mengapresiasi berbagai insentif yang telah diberikan pemerintah untuk mendorong percepatan elektrifikasi, mulai dari pembebasan pajak, subsidi pembelian, hingga kebijakan bebas ganjil-genap di sejumlah wilayah.
"Dengan sosialisasi yang lebih masif dan dukungan kebijakan yang konsisten, kompor listrik dan kendaraan listrik berpotensi menjadi bagian penting dalam strategi memperkuat ketahanan energi nasional," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022