
Suasana silaturahmi dan Bincang Energi Bersama Media yang digelar METI di PSW Tower, Jakarta Selatan, Selasa (8/4). (Istimewa)
JawaPos.com - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menilai rencana pemerintah untuk menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 100 gigawatt (GW) dari energi baru terbarukan (EBT) dalam beberapa tahun mendatang masih memiliki sejumlah risiko.
Pendiri METI, Yani Witjaksono, awalnya menyoroti bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam pengembangan EBT. Potensi tersebut mencakup energi surya karena letak geografis sebagai negara tropis, energi panas bumi akibat posisi di cincin api, serta energi laut sebagai negara kepulauan.
Namun demikian, Yani mempertanyakan mengapa pemanfaatan potensi tersebut belum berjalan optimal. Menurutnya, hambatan utama terletak pada aspek kebijakan dan kajian yang belum disusun secara maksimal.
"Pertanyaannya kenapa kok tersendat kita? Ya kan kebijakannya itu. Satu, harga, ya. Yang kedua adalah cara mendapatkan proyeknya swasta-swasta itu. Nah, eh kemudian target dibikin, tapi tidak melalui kajian yang detail, duduk bersama semua pihak terkait lalu susun secara logis," ujar Yani dalam acara Silaturahmi dan Bincang Energi Bersama Media yang digelar METI di PSW Tower, Jakarta Selatan, Selasa (8/4).
Ia juga menegaskan bahwa ambisi pemerintah untuk mengejar target 100 GW, bahkan hingga 1 megawatt per desa, belum dibarengi dengan regulasi yang jelas.
"Nah, sekarang, dengan adanya keinginan pemerintah untuk mengembangkan 100 gigawatt, bahkan per desa katanya mau satu megawatt gitu, tapi kebijakannya enggak di-issue. Nah, tentu saya khawatir ini kita mengulangi lagi kesalahan seperti kemarin gitu loh," terangnya.
Karena itu, METI mendorong pemerintah untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan terkait target tersebut, termasuk METI dan pihak terkait lainnya.
"Mestinya sebelum itu, undanglah METI dan pihak terkait, susun bersama kira-kira pertanyaannya apa, dan ini harus juga bisa dibaca dari RUPTL-nya PLN gitu loh," kata Yani.
"Nah, setelah itu sebelum di-issue tentang target, issue dulu kebijakan yang menarik buat swasta untuk jumping in masuk ke dalam sektor ini," imbuhnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
