
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN energi saat ini fungsinya tidak lagi sekadar sebagai perusahaan penyediaan bahan bakar minyak (BBM), tetapi ada fungsi lain yang tidak kalah krusial berdampak.
Menurut Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara Benjamin Gunawan, Pertamina sebagai perusahaan pelat merah tidak hanya beroperasi sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan, tetapi juga menjadi instrumen negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.
Pertamina tidak lagi sekadar sebagai perusahaan penyedia BBM. Perusahaan itu juga menjalankan fungsi strategis untuk menjaga daya beli masyarakat, meredam inflasi, memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, hingga mencegah potensi gejolak sosial akibat kenaikan harga energi.
"Peran seperti ini tentu tidak dimiliki perusahaan energi pada umumnya,” kata Benjamin Gunawan kepada wartawan pada Minggu (28/6).
Gunawan menjelaskan keberadaan Pertamina memiliki korelasi yang kuat terhadap berbagai indikator fundamental ekonomi nasional. Ketahanan pasokan energi yang terjaga berkontribusi terhadap stabilitas harga barang dan jasa, sekaligus mendukung aktivitas industri dan konsumsi rumah tangga.
Maka dari itu, kata Gunawan, kritik yang dialamatkan kepada PT Pertamina (Persero) harus dilihat secara proporsional. “Kita patut berbangga saat Pertamina masuk dalam Fortune Southeast Asia 500. Bahkan di kawasan ASEAN, Pertamina masuk dalam jajaran lima perusahaan terbesar dari sisi pendapatan. Ini menunjukkan bahwa Pertamina memiliki peran yang sangat strategis bagi perekonomian nasional maupun kawasan,” imbuhnya.
Di sisi lain, tantangan menuju kemandirian energi nasional masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Menurut dia, isu pembangunan kilang dan pengurangan ketergantungan impor energi tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada Pertamina, melainkan memerlukan komitmen bersama antara pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Pemerintah dan seluruh stakeholder perlu memberikan dukungan lebih besar agar tata kelola Pertamina terus disempurnakan. Transformasi bisnis maupun struktur organisasi perlu dilanjutkan dengan fokus pada efisiensi dan transparansi. Namun yang paling penting, prioritas utama tetap menjaga ketahanan energi nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Gunawan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022