Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 16.37 WIB

Harga Minyak Dunia Fluktuatif Usai AS Ancam Sanksi Terberat untuk Iran, Brent Tembus USD 93

Ilustrasi: Harga minyak dunia.(Dok.JawaPos.com) - Image

Ilustrasi: Harga minyak dunia.(Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (21/8) pagi seiring dengan berlanjutnya ancaman sanksi berat yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS) kepada Iran.

Melansir Investing pada pukul 07:34 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,10 poin atau 0,11 persen ke level 93,31 dollar per barel atau naik lebih dari 1 dollar jika dibandingkan dengan perdagangan Kamis (20/8) pagi sebesar 92,00 dollar per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,60 poin atau 0,69 persen ke level 86,27 dollar per barel. Namun, angka tersebut naik jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya sebesar 84,64 dollar per barel.

Dilansir Reuters, kondisi tersebut terjadi karena Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan AS akan menjatuhkan “sanksi terberat dalam sejarah” terhadap Iran. Langkah tersebut, menurutnya, dapat mengurangi kebutuhan untuk kembali melancarkan operasi militer besar.

Pernyataan Bessent pada Kamis itu disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melancarkan “Perang Ekonomi” dan memperingatkan adanya konsekuensi ekonomi terhadap negara mana pun yang memberikan “segala bentuk dukungan” kepada Iran.

Kebijakan itu ditujukan untuk memaksa berakhirnya perang yang telah berlangsung hampir enam bulan dan menyebabkan jutaan barel minyak dari Timur Tengah tertahan.

“Saya tidak yakin mengapa harga minyak melonjak karena hal ini. Jika kami menerapkan tekanan ekonomi maksimum, maka kemungkinan besar tidak akan ada kembali operasi kinetik berskala besar,” kata Bessent kepada CNBC.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan mengutuk sanksi ekonomi dan perdagangan AS. Iran menyebut kebijakan tersebut sebagai “terorisme ekonomi” yang tidak akan menimbulkan sedikit pun keraguan terhadap tekad rakyat Iran untuk menjaga kemerdekaan, martabat, dan kedaulatan nasional.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut pernyataan Trump sebagai upaya mengalihkan perhatian publik AS dari persoalan keuangan domestik, termasuk utang yang mencapai rekor dan kenaikan suku bunga.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: Investing.com, Reuters
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore