
Pyongyang Restaurant di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
JawaPos.com - Cuaca Jumat siang (17/2) di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara terasa terik. Matahari tepat di ubun-ubun memicu dehidrasi. Bersinggah ke salah satu restoran dapat menjadi salah cara penawar untuk melepas dahaga.
Di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, terdapat sebuah restoran Korea Utara. Pyongyang Restaurant namanya. Plang mana restoran itu terpajang di spanduk besar bagian depan dengan warna latar merah. (baca juga: Ternyata Begini Cara Intelijen Korut Beroperasi di Indonesia, Manfaatkan Restoran di Jakarta)
Bagi warga pribumi restoran ini sudah tidaklah asing. Hampir sama dengan restoran impor lainnya, seperti restoran Jepang, timur tengah maupun eropa. Begitu juga dengan menu sajiannya, Pyongyang Restaurant menyediakan beragam macam makanan dan minuman khas negara Korea Utara.
Bangunan restoran yang berlantai tiga ini sejajar dengan bangunan rukan dan perkantoran lainnya. Di lantai satu lorong utama restoran ini terdapat empat meja bundar yang tersusun rapi. Interiornya dihiasinya dengan sejumlah lukisan sepanjang dua lengan orang dewasa tertempel manis di tembok.
Di dekat meja bagian paling ujung terdapat televisi dengan layar ukuran besar. Di bagian tengah tempat makan ini, ada tangga untuk akses menuju lantai dua.
Di pintu depan, seorang pelayanan berkulit putih seperti orang korea selalu standby menanti para tamu yang datang. Dia akan mengarahkan tamu untuk mencari tempat duduk yang nyaman sembari menikmati hidangan yang ada. "Mau makan?" sapa sang pelayan tersebut.
Bila tidak begitu mengenali nama menu di restoran ini, pengunjung bakal kebingungan. Sebab restoran ini lebih banyak mempekerjakan pramusaji impor alias asli dari Korea Utara. Sehingga tidak bisa melayani dengan berbahasa Indonesia secara fasih.
kendati demikian, pelayanan di tempat cukup nyaman. Bagi setiap tamu yang baru datang pramusaji selalu menuangkan teh ocha, sebagai sajian ucapan selamat datang. Setelah itu mereka akan memberikan buku menu untuk memandu tamu memilih sajian yang ingin dipesan.
Di restoran ini jangan mencoba untuk memesan ramen atau menu umum lainnya. Bila memesan makanan yang tidak akrab dengan Korea Utara, sang pelayan bakal langsung menggelengkan kepala.
Bahkan ketika wartawan JawaPos.com berada tempat itu, sang pramusaji yang memiliki nama Ko Un Ha itu menyarankan untuk memesan sup.
Meski bernama asli Korea, tapi Ko Un Ha cukup bisa berbahasa Indonesia walau tidak begitu lancar. Sementara itu, seraya menantikan pesanan tiba, Ko Un Ha pun siap melayani kebutuhan tamu. Baik sekadar ngobrol atau bercengkrama apapun terkait Pyongyang Restaurant.
Di meja kasr restoran itu terdapat foto Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri bersama Puan Maharani dan anggota keluarga lainnya. Menurut Ko Un Ha, foto itu sudah ada sejak empat tahun lalu. "Eee itu sudah empat tahun," ujarnya dengan dialek Korea yang masih kental.
Selain menyediakan tempat makan, restoran yang beroperasi dari pukul 11.00 hingga 22.00 WIB itu juga menyediakan ruangan karaoke. Letaknya di lantai dua. "Di lantai dua ada song," ucapnya seraya memperagakan tangan seperti memegang mikropon.
Pelayan yang mengaku asli dari Korea Utara itu menyebutkan, sang pemilik Pyongyang Restaurant juga berasal dari negara yang sama. "Yang punya di Korea Utara," sebutnya.
Topik soal Korea Utara memang hangat dalam perbincangan publik dua hari terakhir. kandung seayah Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, yakni Kim Jong Nam baru saja terbunuh oleh dua orang wanita di Kuala Lumpur, Malaysia.
Salah satu pelakunya diketahui bernama Siti Aisyah, warga negara Indonesia (WNI) asal Serang, Banten. Berita ini juga diketahui Ko Un Ha. "Oo yang pelakunya dari Indonesia?" tanya dia. Akan tetapi Ko Un Ha enggan melayani JawaPos.com ketika diajak untuk berbicara lebih jauh soal kejadian itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
