
BAGI ILMU: Prabowo Himawan saat mengajar bahasa Indonesia di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di KNU Taras Shevchenko.
Adapun Yarkovska, dia menyebut orang Indonesia kurang doyan jalan kaki. Lebih suka naik becak, sepeda motor, atau alat transportasi lain. Meski untuk jarak yang tak jauh sekalipun.
Sedangkan Melnyk sangat menikmati bonus belajar bahasa Indonesia di Jogjakarta: sekaligus belajar bahasa Jawa.
"Matur nuwun, ora popo, sami-sami," ujarnya ketika saya tes apa kosakata dalam bahasa Jawa yang dikuasainya.
Tiap pelajaran dalam kelas, bahasa Indonesia para mahasiswa memang biasanya formal. Mungkin itu bentuk kedisiplinan mereka dalam belajar. Kalau di luar kelas, baru keluar keren, ngobrol, atau ngomong yang tadi.
Tahu saya lahir, besar, kuliah, dan bekerja di Surabaya, mereka juga beberapa kali bertanya banyak hal tentang boso Suroboyoan. Para mahasiswa yang pernah ke Indonesia umumnya tahu bahwa bahasa Jawa ala Surabaya lebih kasar. Mereka juga tahu orang-orang Surabaya dan Jawa Timur lebih terbuka dan berani. Hanya, saya tak tahu apakah mereka tahu umpatan khas Surabaya, hehehe.
Para mahasiswa Ukraina yang ditempatkan di Jawa, khususnya Jogjakarta, juga berkesempatan belajar tari-tarian Jawa. Menurut mereka, gerakan tari-tarian Jawa yang halus tidak susah dikuasai.
"Tapi, menyesuaikan dengan gamelan itu yang susah," katanya.
Bekal dari Jawa itulah yang kemudian mereka lanjutkan sekembali ke Kiev. Kebetulan, KBRI Kiev punya pelatih tari bernama Puput Ratri Widayani.
Selain itu, mereka belajar bermain gamelan dan angklung serta menjajal berbagai baju adat daerah. Mereka tampak sedikit kesulitan saat memakai jarit, kemben, atau stagen. Tapi, mereka antusias. Kerap diselingi canda tawa tiap kali melihat ada teman yang kerepotan.
Menurut Melnyk, itu semua penting untuk kian menambah wawasan tentang Indonesia. Jadi, tak hanya mengenal Indonesia dari bahasanya. Tapi juga ragam budayanya.
Dan, dari apa yang dia pelajari dan lihat sendiri tentang Indonesia itu, kemudian dia getok tular-kan ke rekan-rekan dari luar prodi atau keluarga besarnya. Jadi, semakin banyak warga Ukraina yang mengenal Indonesia.
"Mereka jadi tahu bahwa banyak kota di Indonesia yang sudah maju. Bahwa Indonesia kaya tempat wisata yang bagus-bagus."
Demikian pula Yarkovska. "Saya sudah bisa sedikit-sedikit menarikan beberapa tarian Indonesia," kata Yarkovska dalam sebuah percakapan setelah kuliah selesai.
Saya pun meminta dia mempraktikkannya. Dengan segera dia melakukannya. Dan teman-teman sekelasnya langsung menyahut, "Kereeen..."
(habis)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
