
PERHATIAN TERHADAP SESAMA: Para anggota Cornea Donor Community berkumpul. Mereka aktif menyosialisasikan manfaat donor kornea. (Cornea Donor Community untuk Jawa Pos)
Bila tiba waktunya, mereka sudah siap. Kornea matanya harus diambil untuk didonorkan. Kini para calon donor (caldon) kornea itu disatukan dalam komunitas. Namanya ConDor (Cornea Donor) Community. Mereka tak hanya berkumpul. Tapi, juga bersosialisasi mengikis anggapan miring donor kornea.
WAHYU ZANUAR BUSTOMI, Surabaya
KOMUNITAS itu terbentuk karena nurani. ConDor Community bisa dibilang masih seumur jagung. Peluncurannya Oktober lalu. Tepatnya, saat ulang tahun Rumah Sakit (RS) Mata Undaan.
Meski begitu, jumlah anggota cukup lumayan. Sekitar 250 orang. Semuanya merupakan calon pendonor kornea.
Ratusan anggota itu kini belum bertemu langsung. Penyebabnya adalah pandemi. Mereka datang dari berbagai latar belakang. Mulai tokoh agama, dokter, sejarawan, hingga kaum milenial.
Meski demikian, ConDor Community kini sudah bergerak. Anggota bergerilya. Mereka rutin melakukan sosialisasi. Sasarannya anggota keluarga atau orang di sekitarnya. Tujuannya, mengajak agar turut menjadi calon pendonor kornea.
Perasaan bangga memang ada di benak anggota. Tapi, juga harus diiringi rasa sabar. Sebab, anggapan miring hingga cibiran sering dirasakan anggota.
Tak terkecuali mereka yang masih muda. Vera Juannita misalnya. Perempuan 22 tahun itu menjadi anggota termuda ConDor Community. ’’Harus sabar,’’ ucapnya.
Vera sudah biasa dicibir teman-teman sebayanya. Apa yang dilakukannya masih dianggap tabu. Maklum, saat tiba waktunya nanti, kedua kornea mata Vera akan diambil. Kemudian, didonorkan kepada pasien yang membutuhkan.
Setiap anggota punya alasan sendiri untuk bergabung. Misalnya, Vera. Dia sengaja bergabung dan menjadi calon pendonor kornea tak lain karena mamanya. Vera sangat tahu bagaimana susahnya mendapat donor kornea. Selain harganya mahal, pasien yang mengantre mendapat kornea juga banyak. Beruntung, waktu itu mamanya dapat kornea dari Amerika.
Dua tahun lalu dia mulai mencari informasi. Kemudian, awal 2021 dia mendaftar di Cornea Donation Center (CDC). Yakni, sebuah lembaga yang menampung calon pendonor kornea dan bermitra dengan RS Mata Undaan.
Semua anggota memang berangkat dari nurani. Begitu juga alasan Senjaya dan istrinya, Sanny Pujiastuty. Keduanya menjadi calon pendonor atas dasar kemanusiaan. Termasuk kebermanfaatan untuk sesama. ”Awalnya saya dulu, lalu ajak istri,’’ kata Senjaya.
Komunikasi dengan keluarga menjadi hal yang wajib bagi calon pendonor kornea. Semua harus didasari persetujuan ahli waris. Sebab, saat calon pendonor meninggal, proses pengambilan kornea baru dilakukan. Waktunya pun harus cepat. Jika lama, bisa memengaruhi kualitas kornea. ’’Saat itu, anak istri saya sudah tahu soal itu,’’ ucap Senjaya.
Dia dan istrinya kini memiliki misi. Yakni, mengajak orang terdekatnya untuk menjadi calon pendonor kornea. Senjaya tahu hal itu tidak mudah. Ada risiko hingga anggapan miring yang akan diterimanya. Apalagi donor kornea di Indonesia masih jarang. Masyarakat banyak beranggapan hal itu tidak wajar. Terlebih pelaksanaannya saat sudah menjadi jenazah.
Anggota ConDor Community tak hanya berasal dari Surabaya. Tapi, juga sampai Kalimantan. Salah satunya Budiyono. Pria asal Kediri itu mantap menjadi calon pendonor kornea bersama istrinya, Kamilah Saniyatun Nisa. Bahkan, dia sejak lama mencari wadah untuk bisa mendonorkan korneanya.
Menurut dia, tidak ada masalah dengan keluarga. Semua setuju, termasuk anaknya. Jika dirinya wafat, kedua korneanya harus diambil. Kemudian, diberikan ke pasien yang membutuhkan. ”Ini sebagai cara untuk sodaqoh jariyah,’’ ucapnya.
Founder ConDor Community dr Dini Dharmawidiarini SpM(K) mengatakan, komunitas itu terbentuk untuk mewadahi caldon yang berada di CDC. Komunitas tersebut dikenal sebagai pejuang kornea. Dibentuknya ConDor Community itu bertujan agar caldon bisa berbagi kepada sesama. Tujuan utamanya, membantu menangani kebutaan karena kornea. ”Kami satukan biar kekerabatannya tambah kuat,’’ terangnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
