
BALERINA SENIOR: Tujuh anggota kelas adult ballet di Center Point Ballet Dance Academy melakoni latihan bersama di studio. Latihan rutin berlangsung sepekan dua kali secara online dan offline terbatas. (Nurul Komariyah/Jawa Pos)
Tidak ada istilah minder dan malu untuk belajar hal baru. Setidaknya prinsip itulah yang tertanam di benak anggota kelas adult ballet di Center Point Ballet Dance Academy. Sudah senior, tapi tetap lincah.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
BELAJAR balet sejatinya menjadi aktivitas yang dilakoni Sisilia Koesoema sejak usia 5 tahun. Namun, beranjak dewasa, dia vakum cukup lama. Apalagi saat sudah menikah dan memiliki anak. Kesibukan mengurus rumah dan suami hingga antar jemput anak-anak pun membuatnya tidak lagi punya waktu luang untuk latihan balet.
Perempuan yang baru merayakan ulang tahun ke-57 tahun itu akhirnya mendapat jalan sekaligus kesempatan untuk kembali menekuni balet. Tepatnya 13 tahun lalu saat dia menginjak usia 44 tahun. Kala itu, sebagai ibu tiga anak, dia sudah memiliki lebih banyak waktu senggang.
”Karena waktu itu anak saya yang paling kecil sudah SMP. Akhirnya, saya yang selama vakum hanya bisa ikut senam ibu-ibu di dekat kompleks rumah bisa kembali latihan balet,” ujar perempuan yang akrab disapa Sisil tersebut.
Puluhan tahun tidak balet, tentu badannya serbakaku saat itu. Namun, dia terus berusaha dengan rajin latihan. Bahkan, sepanjang pandemi dua tahunan ini, Sisil masih rutin latihan balet secara online via Zoom. Jadwal latihannya sepekan dua kali dengan durasi 1,5 jam. ”Sekarang saya sudah punya satu cucu berusia 1 tahun. Bagi saya, kalau tidak latihan, badan rasanya malah sakit semua,” ungkapnya pada Jawa Pos Minggu (20/2).
Dia sangat menikmati balet sebagai sebuah aktivitas yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Dengan balet, hobi menarinya tersalurkan. Banyak teman baru yang juga membuatnya bahagia. Apalagi, semua anggota adult class di Center Point Ballet Dance Academy kompak. Saling mendukung dan membantu.
”Kami itu, setiap ada momen Natal, Valentine, atau Halloween, suka janjian latihan pakai kostum. Lalu, foto-foto. Meskipun sudah nenek, kami masih bisa narsis, ndak mau kalah sama yang ABG. Senang kalau melihat hasil fotonya bagus,” ujarnya, lantas tertawa.
Kekompakan berupa dukungan biasanya ditunjukkan saat ada anggota yang belum bisa. Sebut saja anggota bernama Monic yang sudah berusia 67 tahun. Dia kali pertama balet pada awal usia 60 tahun. Sebelum pandemi, dia selalu rutin latihan. Namun, sejak Covid-19 menyebar, Monic vakum sementara.
Semua anggota salut dengan kegigihannya. Sebab, pada usia senja, dia masih bisa ikut ujian dan berdiri di atas pointe shoes atau toe shoes (sepatu khusus balet). Dengan posisi kaki jinjit dan berat badan sepenuhnya ditopang jari-jari kaki.
Sementara itu, Art Director Center Point Ballet Dance Academy Ekawati Loekito menyebutkan, kelas adult ballet beranggota 15 orang. Namun, sejak pandemi, yang aktif hanya delapan orang.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
