
KARYAWAN SENIOR: Foto kanan, Soepardjiman (dua dari kiri) bersama tim caddy Yani Golf dan kru perempuan saat berada di tengah lapangan. Soepardjiman sedang melakukan driving jarak jauh dengan stik wood nomor 1. (Adi Wijaya/Jawa Pos)
Nama Soepardjiman dengan Yani Golf di kawasan Gunungsari seperti tidak terpisahkan. Sejak 1973, pria yang juga menjabat ketua RT 7, RW 3, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis, itu kerja paro waktu sebagai pramugolf atau caddy. Karena penghobi golf rata-rata dari kalangan atas, wajar saja bapak dua anak itu tahu banyak cerita tentang kelakuan unik para pejabat.
ARIF ADI WIJAYA, Surabaya
RUMAHNYA begitu sederhana. Tidak ada ruang tamu. Terasnya menjadi satu dengan jalan kampung di Jalan Golf Gang VIII. Di ujung gang, terdapat dinding yang menjulang tinggi. Lebih tinggi daripada atap rumah penduduk.
Di balik tembok tinggi itulah hamparan rumput hijau Yani Golf terpampang. Di balik tembok tinggi itu pula, Soepardjiman mencari nafkah sebagai pramugolf sekaligus pelatih. Tugasnya tidak hanya memandu dan membawakan alat golf milik tamunya. Dia juga mengajari orang cara memukul yang benar. ’’Lek salah, iso kecetit punggungnya,” ujarnya.
Soepardjiman termasuk yang cukup lama bekerja di tempat tersebut. Dia menjadi pramugolf sejak 1973. Sejak duduk di bangku SD, Soepardjiman boleh dikatakan bergaul dengan pejabat-pejabat kala itu.
Maklum, golf merupakan hobi yang cukup bergengsi bagi kalangan pejabat.
Selama 49 tahun bekerja di Yani Golf, banyak cerita di balik layar dari para pejabat yang diketahuinya secara langsung. Salah satu yang paling berkesan adalah cerita bersama mantan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo.
Soepardjiman tidak ingat tepatnya kapan peristiwa itu terjadi. Sekitar 20 tahun lalu, ketika Imam masih menjabat gubernur. Saat itu Imam membawa satu set alat golf. Lengkap beserta tasnya. Soepardjiman dimintai tolong untuk menjualnya. Imam membanderolnya Rp 30 juta satu set. Soepardjiman menjualnya Rp 40 juta.
Salah seorang pejabat lain melihat alatnya masih bagus. Mereknya juga cukup terkenal. Soepardjiman lupa mereknya. Tetapi, begitu tahu harganya Rp 40 juta, satu set alat golf itu langsung ’’diangkut”. ’’Saya disuruh masukkan ke mobil. Langsung diduwiki kontan,” ucapnya.
Yang Rp 30 juta diberikan ke Imam Utomo dan yang Rp 10 juta dipakai Soepardjiman untuk merenovasi rumah. Soepardjiman sempat penasaran dan mencari tahu harga jual satu set alat golf bekas itu. ’’Jangkrik, harganya masih Rp 75 juta. Tahu gitu saya jual Rp 50 juta. Lumayan untung Rp 20 juta,” katanya.
Pada hari berikutnya, dia bertemu dengan Imam. Dia pun menanyakan harga alat yang dijualnya tersebut. Imam tidak mau menjawab. Soepardjiman pun berkelakar. ’’Itu mereknya kasio ya, Pak. Kasiorang (dikasih orang, Red),” kelakarnya yang membuat Imam terpingkal.
Seiring berjalannya waktu, area golf yang lebih elite dibangun di tempat lain. Para pejabat maupun petinggi perusahaan rata-rata memilih bermain golf di sana. Namun, mobilnya tetap diparkir di Yani Golf.
Menurut Soepardjiman, hal itu merupakan akal-akalan para kalangan atas. Sebab, pernah suatu ketika ada istri pejabat yang mencari suaminya ke Yani Golf. Soepardjiman yang menemui. ’’Saya beralasan bahwa bapak di tengah lapangan, saya agak lambat tadi. Itu mobilnya ada,” ujarnya.
Padahal, orang-orang yang memarkir mobilnya di Yani Golf tidak berada di tempat. Mereka berangkat ke barat dengan menggunakan taksi. ’’Nggak tahu kenapa. Ya mungkin di sini kan caddy golfnya laki-laki semua. Jadi, lebih baik di sini parkirnya. Aman,” tandas Soepardjiman sambil memberi isyarat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
