Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Desember 2025 | 17.15 WIB

Membangun Ekonomi Sirkular dari Dapur MBG

Pekerja menyiapkan pakan ternak dari limbah sisa MBG di SPPG Yayasan Mutiara Keraton Solo (YMKS) di Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pekerja menyiapkan pakan ternak dari limbah sisa MBG di SPPG Yayasan Mutiara Keraton Solo (YMKS) di Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Ekosistem dapur SPPG yang dibinanya ini pun memberi dampak sosial lebih luas. Sebanyak 98 persen pekerja berasal dari warga sekitar, dengan rentang usia 18 hingga 50 tahun, termasuk penyandang disabilitas. Seluruhnya digaji, bekerja dengan sistem shift, dan terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. “Sekarang anak muda di sini tidak ada yang tawuran atau neko-neko lagi, karena saya kumpulkan semua,” ujarnya.

Dari dapur yang nyaris tanpa sampah itu, Jimmy membuktikan bahwa perang melawan stunting bisa dimulai dari hal paling mendasar makanan yang benar-benar dimakan, lingkungan yang berkelanjutan, dan keberpihakan total pada masa depan anak.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore