Kejadian kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. (BPBD Sumsel)
JawaPos.com – Ugh…Ugh…Ughh…! suara batuk Reka Agni Maharani, 38, di ujung telepon tak berhenti-henti saat mengawali perbincangan dengan JawaPos.com Senin (12/10) malam. Usai mengambil nafas pelan-pelan, akhirnya perempuan yang karib disapa Reka ini, bisa lancar berkomunikasi ketika diajak berbincang.
“Sudah dari Kamis (1/10) pekan lalu kami sekeluarga batuk-batuk dan demam tinggi sampai masuk Instalansi Gawat Darurat (IGD) semua,” ungkap Reka menceritakan kondisi dirinya dan keluarganya akibat terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Awal Oktober lalu Reka begitu gelisah. Musababnya, akibat indeks kualitas udara diambang batas maksimal alias berbahaya, Aika,6, anak keduanya mengalami batuk-batuk dan demam tinggi. Khawatir terjadi apa-apa, Jumat (2/10) malam, Reka bersama Syam ,49, suaminya pun secepat kilat membawa Aika ke RS RK Charitas, sebuah rumah sakit swasta di Kota Palembang.
Namun nahas, usai menunggu cukup lama, anaknya tak kebagian bed (ranjang) untuk masuk ke IGD karena kondisinya penuh. Tak mau menyia-nyiakan waktu, Reka dan suaminya pun langsung bergegas meningggalkan rumah sakit swasta tersebut dan pindah ke RS Bunda.
Beruntung, di rumah sakit tersebut, akhirnya anaknya bisa masuk ke ruang IGD. Selanjutnya usai masuk IGD dan diobservasi selama kurang lebih empat jam, Aika bisa diperbolehkan pulang.
Reka sedikit lega usai anak keduanya bisa menjalani rawat jalan. Namun, keesok harinya, kepanikan kembali melanda dirinya. Ini karena Nobu,8, anak pertamanya bergantian batuk-batuk dan demam tinggi. Tak berpikir panjang, untuk menyelamatkakn nyawa anaknya, Reka dan Syam pun kembali membawa anaknya ke RS RK Charitas. Usai berhasil masuk IGD dan diobservasi, Nobu pun bisa dipulangkan.
Ancaman dampak Karhutla ternyata belum usai. Ini karena usai kedua anaknya masuk rumah sakit, giliran Eka,75, ibu kandungnya dan Reka sendiri bergantian juga masuk rumah sakit yang sama dengan Nobu.
“Saya mengalami batuk kering, demam tinggi, badan lemas. Kata dokter ada ISPA sama Influenza Tipe A,” terangnya menjelaskan diagnosa dari dokter yang memeriksanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022