
Sampoerna Retail Community (SRC) terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM naik kelas. (Dok. SRC)
JawaPos.com – Sampoerna Retail Community (SRC) terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM naik kelas. Memasuki usia ke-18 tahun, jaringan retail tradisional tersebut kini menaungi lebih dari 250 ribu toko kelontong di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan SRC turut tercermin dalam hasil riset “Bukti Nyata SRC untuk Indonesia” yang dirilis KG Media 2026. Dalam riset tersebut, kontribusi omzet toko SRC mencapai Rp251 triliun per tahun atau setara 9,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) retail nasional 2025.
Nilai tersebut meningkat Rp15 triliun dibandingkan kontribusi omzet pada 2023 yang tercatat sebesar Rp236 triliun per tahun. Selain itu, toko yang tergabung dalam SRC disebut mengalami peningkatan omzet hingga 42 persen.
Kinerja toko SRC juga tumbuh konsisten sepanjang 2023–2026 dengan kenaikan omzet mencapai 27,5 persen. Pertumbuhan itu didorong pendampingan usaha berkelanjutan dan penguatan transformasi digital.
Saat ini, sebanyak 98,8 persen toko SRC telah terdigitalisasi. Tak hanya itu, sekitar 46 persen toko SRC berhasil memperluas lini usaha, mulai dari produk digital hingga layanan pembayaran.
SRC juga mendorong penguatan ekonomi lokal melalui program Pojok Lokal yang menjadi saluran distribusi produk UMKM masyarakat sekitar. Program tersebut mencatat pertumbuhan omzet sebesar 128 persen, dari Rp5,65 triliun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun per tahun pada 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta yang mewakili Wakil Gubernur DKI Jakarta, Uus Keswanto, menilai SRC memiliki kontribusi besar dalam memperkuat ekosistem UMKM dan retail tradisional.
“Selama 18 tahun, SRC semakin menemukan perannya dalam mendukung pemberdayaan UMKM kelontong di seluruh penjuru Nusantara. Di Jakarta saja, jumlahnya telah mencapai sekitar 40.000 toko, sebuah pencapaian yang luar biasa. Kami berharap SRC terus berkembang, bukan hanya menjadi jaringan toko kelontong, tetapi juga melahirkan perusahaan-perusahaan besar kebanggaan Indonesia, seperti Sampoerna saat ini,” ujarnya.
Plt Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Dida Gardera, mengatakan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional sehingga langkah SRC dinilai relevan dalam membantu usaha kecil berkembang.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Dari sekitar 64 juta usaha di Indonesia, 99,7 persennya adalah usaha mikro. Ketika pandemi dan krisis, UMKM terbukti menjadi andalan perekonomian Indonesia. Karena itu, langkah SRC yang fokus membantu UMKM, khususnya toko kelontong, sangat tepat untuk mendorong usaha kecil naik kelas, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas usaha maupun SDM.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
