Jika dibuat alurnya agar bisa diduplikasi dan diterapkan dalam berbagai gerakan sosial dan kerja-kerja kemanusiaan hari ini, metode Kartini bisa diurai sebagai berikut. Pertama, diawali dari kesadaran dan kemerdekaan berpikir individu. Langkah kedua, individu yang punya kesadaran dan kemerdekaan dalam berpikir bekerja untuk menularkan kesadaran dan kemerdekaan pada orang-orang di sekitarnya. Langkah ketiga adalah berjejaring, bekerja sama, membangun solidaritas. Di titik inilah perubahan akan dimungkinkan.
Mulai kini dan nanti, Kartini dan metodenya akan kita rayakan di jalanan, di pabrik atau perkantoran megah, di lahan-lahan yang tergusur, di setiap rumah dan sekolah, dalam diri setiap perempuan yang terus bersuara dan melawan. Metode Kartini adalah peta yang mengantarkan kita pada ladang keadilan. (*)
*) Okky Madasari, Sastrawan dan sosiolog

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
7 Kuliner Cwie Mie Terenak di Malang, Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
Jadwal Piala AFF U-17 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad Garuda Muda
Bupati Gresik Gus Yani Buka Suara soal Kasus SK ASN Palsu, Korban Rugi hingga Rp 150 Juta
Kasus Penipuan ASN di Gresik Menghadirkan Fakta Baru, Pegawai DPMD Mengaku Jadi Korban
Kronologi Kasus Pelecehan Seksual FH UI, 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Disidang Terbuka
Tak Perlu ke Jogja, 12 Tempat Kuliner Gudeg Ini Ada di Malang yang Juga Istimewa dan Rasanya Juara
Momen Terduga Pelaku Pelecehan di FH UI yang juga Anak Polisi Dikonfrontasi Mahasiswa
12 Pilihan Restoran Terenak di Malang untuk Keluarga dengan Suasana Adem dan Punya Spot Instagramable
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
