
Ilustrasi seseorang yang memendam perasaan. (freepik)
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai emosi, baik positif maupun negatif. Namun, tidak semua orang terbiasa untuk mengekspresikan emosi tersebut.
Memendam perasaan, atau menahan diri untuk tidak mengungkapkan apa yang dirasakan, mungkin dianggap sebagai cara untuk menjaga sikap atau privasi.
Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama kesehatan mental dan emosional.
Dilansir dari Alodokter dan Hello Sehat, artikel ini membahas dampak psikologi ketika seseorang memendam perasaan.
Mengapa Orang Memendam Perasaan?
Keputusan untuk memendam perasaan seringkali berakar pada rasa takut, terutama takut dihakimi, ditolak, atau dianggap lemah.
Kekhawatiran ini seringkali berasal dari pengalaman masa kecil, di mana ekspresi emosi mungkin mendapatkan respons negatif.
Misalnya, anak yang dimarahi atau diremehkan saat menunjukkan emosi tertentu, maka dari itu anak tersebut belajar untuk menekan emopsinya. Pengalaman traumatis, seperti kekerasan emosional atau pengabaian, juga membentuk pola ini.
Melansir Alodokter, norma sosial dan didikan keluarga yang kurang ekspresif juga berperan. Lingkungan yang menuntut individu untuk selalu terlihat kuat dan tegar menciptakan tekanan untuk menyembunyikan perasaan negatif.
Selain itu, keinginan untuk melindungi orang lain dari beban emosi dan kesulitan mengelola emosi juga menjadi faktor.
Seseorang mungkin merasa tidak ingin merepotkan orang lain atau merasa perasaannya tidak penting.
Kesulitan mengidentifikasi dan mengungkapkan emosi, juga berkontribusi pada kebiasaan memendam perasaan.
Singkatnya, ini adalah respons kompleks terhadap pengalaman, tekanan sosial, dan keterbatasan kemampuan diri.
Dampak Memendam Perasaan bagi Kesehatan Mental dan Emosional
Melansir Healthline, memendam perasaan secara terus menerus dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan mental dan emosional:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
