
Gerd
JawaPos.com - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi lulusan Universitas Indonesia Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp. P.D, Subsp. G.E.H. (K) mengatakan penting untuk mengetahui penanganan yang tepat jika terdapat gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) saat perjalanan mudik apalagi jika masih menjalankan ibadah puasa.
“Ketika merasakan gejala GERD tetapi Anda masih berada dalam perjalanan dan kondisi berpuasa, lakukan langkah berikut untuk meredakan gejala,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa.
Langkah pertama yang disarankan Hasan adalah longgarkan pakaian. Jika menggunakan ikat pinggang atau pakaian yang ketat, segera longgarkan karena tekanan pada perut dapat memperburuk aliran balik asam lambung.
Kedua, atur posisi duduk dengan tegak, jangan membungkuk atau meringkuk. Jika memungkinkan, sandarkan punggung dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut untuk memanfaatkan gaya gravitasi agar asam lambung tidak terus naik.
Ketiga, lakukan pernapasan dalam dengan tarik napas melalui hidung dan buang perlahan melalui mulut. Hal ini membantu merelaksasi otot saluran cerna dan mengurangi rasa panik yang dapat memperburuk produksi asam lambung.
“Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri. Segerakan berbuka dengan air hangat (bukan air dingin atau air dengan es batu) dan konsumsi obat jika perlu,” katanya.
Hasan mengingatkan untuk menghindari mengonsumsi makanan maupun minuman yang dapat memperburuk kondisi. Namun, jika gejala GERD yang dialami tak berangsur pulih, segera kunjungi unit gawat darurat atau Emergency rumah sakit terdekat untuk penanganan yang tepat.
Ini juga menjadi catatan penting untuk para pemudik untuk mengetahui alamat-alamat rumah sakit di jalur mudik yang dilewati jika sewaktu-waktu butuh pertolongan medis yang cepat.
GERD atau penyakit refluks asam lambung adalah gangguan pencernaan di mana cairan asam lambung “naik” dari lambung ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan bagian dalam saluran pencernaan yang dilewati asam lambung.
Umumnya saat terjadi kekambuhan, penderita GERD mengalami rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam) dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati (heartburn). Selain itu, penderitanya juga kerap merasakan mual dan muntah, begah, nyeri dada, bahkan gangguan pernapasan.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
