
Ilustrasi pemudik menggunakan kendaraan pribadi memadati jalan tol
JawaPos.com - Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Moda Darat Djoko Setijowarno menilai kehadiran sejumlah aplikasi pendukung mudik memberi peran vital bagi para pemudik. Menurutnya, kehadiran aplikasi tersebut akan memudahkan masyarakat dalam mengoptimalkan waktu mudik mereka, khususnya soal kondisi lalu lintas.
Untuk itu Djoko berharap agar pemudik memanfaatkan aplikasi tersebut supaya tidak terjebak kemacetan.
“Melalui aplikasi seperti itu, jika macet misalnya, pemudik bisa memilih jalur lain. Seperti non tol di Pantura atau Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/6).
Berbagai aplikasi mudik, saat ini memang tersedia di smartphone, baik Android maupun iOS. Aplikasi tersebut dikeluarkan penyedia layanan umum, seperti pengelola tol Jasa Marga, perusahaan otomotif seperti Honda dan Toyota, dan bahkan BPJS Kesehatan. Jasa Marga misalnya, menyediakan aplikasi JMCAre. Aplikasi tersebut menyediakan fitur Push Notification, Informasi, dan Smart Assistance, yang memberikan alternatif tercepat rute yang akan dipilih.
Oleh karena itu, dia optismis, bahwa kelancaran mudik tahun ini bisa dijaga. Artinya, meski kondisi mudik kali ini tidak berbeda jauh dibandingkan tahun sebelumnya, namun pemudik bisa memperoleh informasi untuk memilih jalan alternatif yang tingkat kepadatannya lebih rendah.
Berbagai aplikasi mudik, bukan satu-satunya faktor. Selain itu, lanjut dia, dibukanya beberapa tol oleh Pemerintah serta dukungan penuh penyediaan bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina, juga turut membantu kelancaran mudik.
"Terkait dukungan Pertamina dalam pendistribusian BBM, menurut Djoko juga tak bisa dikesampingkan. Berbagai layanan Pertamina, dinilainya dapat mempermudah pemudik untuk mendapatkan BBM," jelas dia.
Djoko mencontohkan layanan motor keliling kemasan yang bisa mengantarkan BBM kepada pemudik yang terjebak macet di jalan tol atau KiosK Pertamax yang menyediakan BBM dalam bentuk kemasan.
"Dalam hal ini jangan sampai justru menyebabkan kecelakaan. Untuk itu, pengemudi Motoris Kemasan wajib memperoleh arahan, agar tidak mempergunakan jalur yang tidak semestinya. Mereka bisa memakai jalur darurat saja,” tuturnya.
Begitu pula dengan KiosK Pertamax yang menyediakan BBM jenis Pertamax dalam bentuk kemasan 10 liter. Menurut Djoko, layanan tersebut tidak hanya mempermudah pemudik memperoleh BBM, namun juga lebih aman.
“Itu lebih baik daripada pemudik membawa BBM sendiri yang tentu berbahaya. Yang penting, penyediaan tidak hanya di Pantura tetapi juga jalur selatan,” tambahnya.
Sekedar informasi, untuk mudik Lebaran 2018, Pertamina memang menyiapkan berbagai layanan tambahan. Selain pengoperasian SPBU, BUMN itu juga menambah layanan lain di Sumatera dan Jawa. Layanan tersebut antara lain 13 unit Serambi Pertamax, 60 unit KiosK Pertamax, 200 unit Motoris Kemasan, 105 unit Kantong BBM, dan 16 unit Mobil Dispenser.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
