
Aktivitas para santri di Ponpes GONTOR. (Jawa Pos Photo)
JawaPos.com - Rambut cepak, baju rapi dimasukkan, serta selalu memakai name tag. Hampir setiap orang yang ditemui Jawa Pos Minggu (26/5) sore lalu memiliki penampilan seperti itu. Cara berjalan mereka juga cepat. Tidak klemar-klemer. Itulah sekilas pemandangan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.
Selain ilmu agama, bahasa Arab, dan bahasa Inggris, pendidikan kedisiplinan dan kerapian santri menjadi satu hal yang dijunjung tinggi di Gontor. Setiap kegiatan santri selama 24 jam memiliki aturan masing-masing. Detail-detail kecil pun tidak terlepas dari perhatian pengurus pondok yang telah berdiri sejak 1926 itu.
"Dari pagi sampai malam ada aturan yang harus dijalankan," ujar Ustad Yusron Ghoni, staf pengasuhan santri Pondok Modern Darussalam Gontor. "Bahkan, tidur pun santri ada aturannya. Wajib memakai celana, sabuk, dan papan nama," tambah ustad asal Cilacap tersebut.
Nilai-nilai disiplin yang dijalankan diharapkan mampu membantu membentuk karakter positif para santri. Itu juga akan menjadi bekal penting ketika mereka lulus dan berada di tengah masyarakat. "Kalau semua aturan dipikirkan memang bisa stres. Tapi, kalau dijalankan saja, lama-lama terbiasa. Dan akhirnya bisa menikmati," ungkap Muhammad Farhan Hibatullah, santri Gontor asal Jakarta, saat ditemui Jawa Pos.
Dalam beberapa kesempatan saat berpidato, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan, kurikulum pendidikan di Gontor tidak semata mengatur proses belajar-mengajar di dalam kelas. Kegiatan santri sejak bangun pagi sampai tidur lagi juga hal yang masuk kurikulum pondok yang didirikan tiga bersaudara KH Ahmad Sahal, KH Imam Zarkasyi, dan KH Zainuddin Fannanie tersebut.
Selama 93 tahun berdiri, sumbangsih untuk negeri telah ditunjukkan melalui para alumnus. Gontor terus menelurkan tokoh-tokoh penting. Salah satunya adalah KH Idham Cholid. Dia merupakan wakil perdana menteri Indonesia di Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Ada juga almarhum KH Hasyim Muzadi, mantan ketua umum PB NU.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin juga pernah mengenyam pendidikan di Gontor. Begitu juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Hidayat saat ini juga tercatat sebagai pengurus badan wakaf pondok yang kini telah memiliki 19 cabang dan 300 lebih pondok alumni tersebut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
