Tren berbagi momen saat Ramadhan adalah salah satu kebiasaan generasi muda yang tren di era digital (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan selalu membawa perubahan dalam pola hidup umat Muslim. Namun, di era digital saat ini,perubahan tersebut semakin terasa di kalangan generasi muda.
Generasi Z dan milenial menjalani puasa Ramadhan dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi, media sosial dan gaya hidup modern membentuk kebiasaan baru yang menarik untuk dikaji.
Menurut laporan dari Pew Research Center, generasi muda merupakan kelompok paling aktif dalam penggunaan internet dan media sosial. Hal ini tentu memengaruhi cara mereka menjalani Ramadhan.
Selain itu, studi dari APA menunjukkan bahwa media digital dapat memengaruhi perilaku sosial dan kebiasaan sehari-hari. Termasuk di dalamnya kebiasaan religius selama puasa.
Berikut beberapa pola terbaru kebiasaan generasi muda saat puasa Ramadhan di era digital sebagaimana dilansir dari laman Statista dan McKinsey & Company, Jumat (27/2) :
Generasi muda kini lebih suka sering melakukan ngabuburit digital menjelang berbuka puasa. Artinya mereka mengisi waktu dengan menonton kajian singkat, podcast Islami atau konten motivasi Ramadhan di media sosial.
Menurut laporan dari Statista, konsumsi video online meningkat signifikan selama periode keagamaan di berbagai negara. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran aktivitas menunggu berbuka dari fisik ke digital.
Platform seperti YouTube dan TikTok menjadi sarana utama berbagi konten Ramadhan. Mulai dari konten ceramah singkat hingga resep takjil viral sering menjadi tren.
Fenomena ini memperluas akses ilmu agama tentunya. Namun generasi muda juga perlu selektif dalam memilih sumber agar tidak terpapar informasi yang keliru.
Puasa Ramadhan kini juga menjadi momen berbagai di dunia maya. Artinya banyak anak muda membagikan foto sahur, menu buka puasa hingga momen tarawih melalui Instagram atau platform lainnya.
Harvard Business School menjelaskan bahwa berbagi pengalaman di media sosial dapat meningkatkan rasa keterhubungan sosial. Hal ini sejalan dengan semangat kebersamaan Ramadhan.
Namun, ada risiko munculnya perilaku pamer atau perbandingan sosial. Oleh karena itu penting menjaga niat agar tetap tulus dalam berbagi. Media sosial dapat menjadi sarana dakwah positif. Asalkan digunakan dengan bijak dan tidak berlebihan.
Generasi muda cenderung memesan makanan berbuka melalui aplikasi daring. Hal ini disebabkan karena lebih praktis dan cepat di tengah aktivitas yang sibuk dan padat.
Menurut data dari McKinsey and Company, penggunaan layanan digital meningkat tajam selama momen khusus termasuk Ramadhan. Tren ini menariknya masih berlanjut hingga saat ini.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
