
BUTUH INTERAKSI: Menjinakkan Jagal Papua membutuhkan ketelatenan. Menyuapi burung dengan jangkrik bisa membuatnya dekat dengan pemiliknya. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Di alam liar, perilakunya tergolong sadis. Sering mencabik-cabik mangsa dengan ujung paruh yang runcing dan melengkung tajam. Konon, dia dikenal kanibal. Memangsa burung yang berukuran lebih kecil. Tabiat itu membuatnya dijuluki si jagal dari timur.
---
”AKU enggak berani,” ucap Faris kepada Hendra Sahputra saat diminta memasukkan minum di kandang jagal papua Rabu petang (18/11). Faris diminta Hendra untuk membantu merawat belasan jenis burung kicau koleksinya. Termasuk si jagal papua. Tapi, untuk burung asal Papua itu, sepertinya Faris belum begitu akrab.
Dia memang sedikit trauma. Beberapa hari sebelumnya, jarinya dipatuk si burung saat memberi makan jangkrik. Tanganya kalah cepat dengan samberan si jagal. Jari telunjuknya tergores. ”Ini masih ada bekasnya,” tuturnya sambil menunjukkan bekas baret berwarna merah.
Petang itu, tiga koleksi jagal papua milik Hendra dijajar di ruang tamu rumahnya di kawasan Kapasan. Dua ekor berukuran 32 sentimeter. Satu ekor lainnya lebih kecil. Berukuran sekitar 25 sentimeter.
Ketiga ekor jagal papua milik bapak dua anak itu memang belum jinak betul. Sifat liarnya belum hilang. Maklum, burung tersebut belum lama dia rawat. Belum genap setahun. Tapi, terlihat mulai ada perbedaan dibandingkan pertama awal memboyongnya ke rumah.
Upaya menjinakkan jagal papua itulah yang membuat Hendra tertarik dengan burung berparuh tebal tersebut. Tabiat jagal papua memang liar. Juga dikenal sadis ketika memasangsa serangga, laba-laba, burung kecil, hingga ular.
Selain menyobek mangsa dengan paruh, terkadang dia menancapkan mangsa di celah pohon dan batang-batang runcing. ”Saya pernah masukkan burung emprit ke kandang, langsung habis di makan,” terangnya mengisahkan keganasan jagal papua.
Kecintaan Hendra pada burung bernama latin Cracticus cassicus sejak lima tahun lalu membuatnya punya banyak trik menjinakkan si jagal. Misalnya, memandikannya setiap pagi hingga melolohnya dengan jangrik secara rutin.
Interaksi dengan pemilik membuat si jagal jadi jinak. Bahkan, jika sudah klop dengan si pemilik, jagal papua bisa dikudang untuk berkicau dengan suara khasnya. Sedikit serak, ngebas, dan kencang mirip terompet.
Ya, meski tabiatnya seram, jagal papua juga dikenal sebagai burung berkicau unik. Dalam satu rentetan kicau, suara dari paruhnya bisa berganti-ganti. Kadang suara ”Kiok,kiok,kiok, mirip ayam. Kadang mirip perkutut, beo, bahkan di beberapa nada mirip sirene mobil patrol polisi setengah jadi.
Jagal papua termasuk burung mimikri. Artinya, pandai meniru suara burung lain. Meski tidak selengkap murai batu atau cucak ijo, suaranya diaggap khas bagi pencinta kicau mania. Kental dengan karakter burung timur.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
