
Ilustrasi gamer sedang bermain game. (The Gamer).
JawaPos.com - Indonesia memiliki sekitar 153 juta pemain game dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai USD 1,9 miliar atau sekitar Rp 31 triliun. Namun, besarnya pasar tersebut dinilai belum mampu melahirkan lebih banyak studio game lokal yang mampu bersaing di tingkat global.
Direktur Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Indonesia, Tantia Dian Permata Indah, mengatakan Indonesia sebenarnya telah memiliki modal besar berupa pasar yang luas, talenta kreatif, dan ekosistem pengembang game yang terus berkembang. Tantangan berikutnya adalah membekali para pengembang dengan kemampuan bisnis dan wawasan internasional agar mampu membangun perusahaan yang berkelanjutan sekaligus menghasilkan kekayaan intelektual (IP) yang dikenal dunia.
"Indonesia telah memiliki pasar yang besar, talenta kreatif yang kuat, serta ekosistem pengembangan game yang terus bertumbuh. Langkah berikutnya adalah memastikan para pengembang dan pendiri studio tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga kemampuan bisnis dan wawasan internasional untuk membangun perusahaan yang berkelanjutan serta membawa kekayaan intelektual Indonesia kepada audiens global," ujar Tantia kepada wartawan, Senin (3/8).
Data menunjukkan sepanjang 2019 hingga 2025, Indonesia berhasil menghasilkan 203 judul game independen atau sekitar sepertiga dari total produksi game independen di Asia Tenggara. Meski demikian, capaian tersebut dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi pasar domestik.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam forum yang mempertemukan RMIT dengan sejumlah pelaku industri game Indonesia, termasuk Agate dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) yang difasilitasi Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia. Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat kapasitas studio lokal sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak IP asli Indonesia.
Menurut para pelaku industri, pertumbuhan sektor game nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan talenta tingkat lanjut, akses pendanaan, kemampuan komersial, kepemimpinan bisnis, hingga akses menuju pasar internasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan investor dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat perkembangan ekosistem game nasional.
Tantia menambahkan, kebutuhan industri game saat ini tidak lagi hanya bergantung pada programmer atau desainer. Studio game juga membutuhkan produser, tenaga pemasaran, hingga pemimpin bisnis yang mampu memahami pasar, mengelola proses produksi, menarik investor, dan membangun kemitraan internasional.
Di sisi lain, industri game Indonesia juga menghadapi kesenjangan antara tingginya permintaan domestik dengan produksi lokal. Pasar Indonesia masih didominasi game mobile, sementara banyak studio dalam negeri lebih fokus mengembangkan game premium untuk PC dan konsol yang menyasar pasar luar negeri. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan lebih banyak produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, RMIT telah menjalin berbagai kolaborasi di Indonesia, termasuk bekerja sama dengan EKRAF dan Apple dalam pelatihan desain game digital pada 2024 dan 2025, serta memperluas kemitraan dengan Infinite Learning melalui program pengembangan game, animasi, dan kewirausahaan.
Ke depan, RMIT juga akan memperkuat kolaborasi melalui RMIT Southeast Asia Hub yang akan menghubungkan pemerintah, industri, institusi pendidikan, dan komunitas di Indonesia, Australia, serta Asia Tenggara guna meningkatkan keterampilan, kemampuan komersial, dan daya saing industri game Indonesia di tingkat global.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
