Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Agustus 2021 | 04.53 WIB

Setelah Suhaidi "Lord Adi" Jamaan Tersisih dari MasterChef Indonesia

Suhadi Jamaam. Instagram adi.mci8 - Image

Suhadi Jamaam. Instagram adi.mci8

JawaPos.com - MasterChef Indonesia (MCI) musim kedelapan telah sampai di pengujung masa tayang. Minggu malam (29/8) pemenang babak grand final akan diketahui. Mari kembali melihat kontestan yang cukup menarik perhatian pada musim ini. Dia adalah Suhaidi ’’Lord Adi” Jamaan, 41. Pekan lalu (22/8) pria asal Tanah Datar, Sumatera Barat, itu tersisih setelah kalah oleh Nadya dalam tantangan dessert cokelat. Setelah tersisih, Adi berbagi cerita kepada para fansnya lewat kanal YouTube ’’lord adi MCI8” dan program Farewell with The Chef di RCTI+.

Lord Adi Senang Sekaligus Sedih


DALAM video yang dibagikannya di kanal YouTube, Adi mengaku senang sekaligus sedih saat tersisih di babak top 3. Apalagi, dia menganggap Jesselyn dan Nadya sebagai anaknya selama berkompetisi di MCI 8. Adi merasa senang karena tidak harus bersaing dengan keduanya. Sebab, jika menang, dia merasa merenggut impian dari salah satu grand finalist untuk jadi pemenang.

Namun, Adi tak memungkiri bahwa dirinya merasa sedih. Perjuangan panjangnya harus berhenti. ’’Tapi, ya enggak sedih-sedih amat sih karena saya sudah berjuang. At least I got something,” ujarnya dengan besar hati.

Adi memang mendapatkan lebih dari apa yang dia inginkan. Yakni, teman dan penggemar. Sebelum ikut MCI 8, dia mengaku sebagai orang yang tidak memiliki banyak teman. Misalnya, sesama kontestan MCI musim ke-8. ’’Saya berkompetisi bukan untuk cari musuh,” katanya.

Pesan Lord Adi untuk Penggemar


Berkat personanya yang percaya diri, tangguh, dan tegas, Adi mendapat julukan Lord alias Tuan. Bahkan, sejumlah warganet yang menjadi penonton menyebutnya sebagai sang kaisar. Cukup banyak yang kecewa atas gagalnya Adi menjadi grand finalist. Bahkan, judul program Farewell with The Chef yang tayang Senin lalu (23/8) berbunyi: Runtuhnya Kekaisaran Lord.

Adi berterima kasih kepada para penggemar yang mendukung dan menjulukinya sang kaisar. Di tengah kekecewaan fans, pria yang sempat tinggal di Malaysia itu mengingatkan agar jangan terlalu sedih. Sebab, tersisihnya dia dari MCI bukanlah sebuah akhir. ’’Ini permulaan dari yang lebih besar,” katanya.

Meraih Impian


Walaupun tak menjadi grand finalist dan memenangkan MCI musim ke-8, Adi tetap merasa bahwa dirinya sudah mencapai impiannya. Pada 1999 hingga 2002, dia pernah bekerja di restoran di Malaysia bersama seorang chef dari Italia. Sayang, pada 2002, restoran itu tutup dan karier Adi di bidang kuliner terhenti.

Dengan berkompetisi di MCI tahun ini, Adi merasa bahwa impian lamanya untuk menjadi chef muncul kembali setelah 19 tahun. Hingga akhirnya, di babak top 4, Adi dan ketiga kontestan lain mendapat chef jacket dengan nama mereka terbordir di bagian depan. ”Ini mimpi yang jadi benar. Padahal sehari sebelum ke Jakarta buat MasterChef, saya masih ngurus sapi,” seloroh Adi.

Berekspektasi Lebih


Saat terpilih sebagai salah satu kontestan top 18, Adi sudah punya ekspektasi. Dia membayangkan bahwa tantangan memasak setiap minggu akan berjalan seru dan mendebarkan. Juga, mendapatkan tekanan mental yang besar dari para juri.

Namun, yang dialami Adi malah sebaliknya. Menurut dia, tantangan memasak di MCI musim ke-8 tidak terlalu berat. Bahkan, chef Juna Rorimpandey yang menjadi salah satu juri dinilai Adi tidak seram-seram amat.

Rencana dan Keinginan


Setelah MCI berakhir, Adi ingin tetap konsisten berkarya di bidang kuliner. Kanal YouTube yang dibukanya sejak lima bulan lalu akan diaktifkan lagi. Adi berencana membagikan sejumlah resep masakan. Baik yang pernah dibuatnya saat berkompetisi di MCI maupun menu-menu baru.

Selain berkarya sendiri, Adi juga ingin berkolaborasi dengan rekan sesama chef. Salah satunya dengan Febi Astrina Asyagaf alias Febs, kontestan yang tereliminasi tepat sebelum Adi. Hal tersebut diungkapkan Adi dan Febs saat mengisi program Farewell with The Chef. Dengan tetap berkarya, Adi ingin memberi inspirasi bagi banyak orang. Terlebih, bagi anak-anak muda.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore