
Nirina Zubir. (Imam Husein/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nirina Zubir dan keluarga menjadi korban dari aksi sejumlah pelaku mafia tanah. Gara-gara mereka, sejumlah aset milik mendiang ibunya berpindah tangan secara ilegal dengan manipulasi data otentik. KTP keluarga Nirina salah satu data yang dipalsukan untuk memuluskan aksi kejahatan ini.
Kejadian tersebut sungguh cukup berat bagi Nirina Zubir dan keluarga. Terbukti ayahnya mengalami stroke setelah mengetahuinya. Bukan cuma itu, suami Nirina, Ernest Cokelat, juga jatuh sakit. Mereka pun terpaksa dilarikan ke rumah sakit supaya mendapat perawatan yang baik.
Kabar terkait hal tersebut diungkapkan Nirina Zubir melalui unggahannya di Instagram. Pemain film Get Married dan Comic 8 itu memposting foto tengah bersama sejumlah kakak dan adiknya sambil memberi tahu tentang sakitnya sang ayahanda dan suami.
"Salam sayang dari kami anak2 pak Zubir amin dan alm. Ibu Cut indria martini. Walau berada di rumah sakit mengurus buya dan suamikuw…kami kakak beradik saling bergandengan tangan tuk menyelesaikan masalah kami dengan si #mafiatanah," tulis Nirina Zubir memberi keterangan foto.
Perempuan 39 tahun tersebut mengaku butuh support dan dukungan dari para sahabatnya. Sebab kasus ini bisa dibilang cukup terjal dan berliku..
"Support dari teman2 sangatlah berarti. We will stand tall to fight for our moms right! Semangaaat!!!
mari #kawalterus kasus ini sampai tuntas," lanjutnya.
Sementara itu, Ruben Jeffry, pengacara Nirina Zubir mengaku tidak tahu kalau suami dari kliennya masuk rumah sakit. "Oh itu saya nggak tahu. Tapi Nirina nggak dirawat di rumah sakit," kelitnya saat dikonfirmasi JawaPos.com.
Nirina Zubir sebelumnya mengatakan, awalnya dia mau menyelesaikan permasalahan ini dengan asisten rumah tangganya dengan baik secara kekeluargaan tanpa perlu menempuh upaya hukum. Terpenting 6 aset berupa tanah dan bangunan milik mendiang ibunya bisa kembali. Hanya saja sang asisten rumah tangga, Riri Khasmita dan suaminya, tidak bisa diajak bicara baik- baik.
Yang membuat Nirina Zubir semakin mantap membuat laporan polisi karena melibatkan tiga oknum notaris/PPAT. "Yang saya sesalkan orang yang memahami hukun malah melanggar hukum jadi mafia tanah. Itu yang membuat saya, tidak bisa dibiarin ini," tuturnya.
Nirina Zubir membawa permasalahan ke ranah hukum sebagai bahan pembelajaran bagi banyak orang untuk tidak mudah percaya menyerahkan sertifikat atau dokumen aset-aset berharga kepada orang lain.Sebab itu bisa jadi disalahgunakan seperti yang terjadi pada keluarganya. Sehingga Nirina Zubir dan keluarga pun mengalami kerugian mencapai 17 miliar.
6 aset tanah milik mendiang Cut Indria Marzuki terletak di bilangan Jakarta Barat. 2 aset barupa tanah kosong sementara 4 lainnya berupa tanah dan bangunan.
Keluarga Nirina Zubir awalnya tidak ada yang tahu kalau aset-aset milik ibunda telah dipindah-tangankan. Mereka baru tahu setelah Cut Indria Marzuki, sang ibunda, meninggal dunia. Ternyata peralihan aset-aset tersebut dilangsungkan pada 2017 silam dengan melibatkan oknum notaris nakal yang bisa memanipulasi data.
"November 2020 kami ke BPN. Selama setahun mengumpulkan kami barang bukti," kata Fadhlan Karim, kakak Nirina Zubir.
Setelah mengantongi bukti yang cukup, pertengahan tahun 2021 lalu, Nirina Zubir dan keluarga membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya. Laporannya terdaftar dengan nomor LP/B/2844/VI/SPKT PMJ/.
Dalam kasus ini, penyidik sudah resmi menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Mereka masing masing berinisial RK, E, F, IR, dan ER. Mereka adalah pasangan suami-istri asisten rumah tangga di rumah mendiang ibunda Nirina Zubir. Sementara 3 orang lainnya, notaris/PPAT yang membantu mengurusi perpindahan aset secara ilegal.
Pada 13 November 2021, 3 tersangka telah ditahan di Polda Metro Jaya. "Riri Khasmita, ART ibu saya, suaminya, dan satu lagi notaris PPAR atas nama Farida dari wilayah Tangerang sudah ditahan. Dua lagi masih sebagai tersangka (belum ditahan)," tutur Nirina Zubir.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
