
Pemudik yang mengendarai motor melintas di Jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat, Minggu (24/4). Khaerul Izan/Antara
Antisipasi Titik Rawan
JawaPos.com – Sejumlah ruas jalan nasional, terutama di Jawa, mendapat perhatian lebih untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2023. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan sejumlah antisipasi dengan percepatan penyelesaian pekerjaan hingga penyiapan posko siaga.
Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengungkapkan, kondisi jalan nasional di Pulau Jawa sepanjang 4.858 km saat ini dalam kemantapan 92 persen. Bina marga hingga kini tengah memfokuskan penanganan beberapa ruas. Di antaranya, akses Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, jalur pantura, dan penggantian Jembatan Callender Hamilton. ”Penanganan akses jalan menuju Pelabuhan Merak berupa pelebaran dan penataan bahu Jalan Cikuasa bawah dan atas,” tuturnya kemarin (9/4).
Progres penanganan Jalan Cikuasa bawah sepanjang 500 m sudah mencapai 40 persen. Sedangkan Cikuasa atas sepanjang 980 m mencapai 65 persen. ”Target penanganan setelah Lebaran 2023 meliputi pelebaran Jembatan Langon A dan penambahan lajur dari oprit flyover Merak sampai pintu pelabuhan,” terang staf ahli menteri bidang teknologi industri dan lingkungan tersebut.
Di akses ke Pelabuhan Ciwandan yang menjadi dermaga feri tambahan untuk melayani penyeberangan Jawa–Sumatera, lanjut Endra, Pemkot Cilegon turut melakukan perbaikan serta pengaspalan jalan dan jembatan pada Jalan Aat Rusli. Akses menuju Ciwandan juga dapat melalui Jalan Nasional Raya Anyer dengan kemantapan jalan saat ini sekitar 90 persen. ”Saat ini sedang dilakukan pelebaran bahu jalan selebar 2 meter kiri dan 2 meter kanan dari Cilegon ke Pasauran sepanjang 5,8 km. Pada H-10, kami targetkan selesai 4 km di sisi kiri dan 800 m di sisi kanan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, penanganan juga dilakukan terhadap jalan yang sempat terdampak banjir di pantura Jawa. Khususnya pada ruas Kudus–Pati–Rembang–Bulu. Penanganan dilakukan dengan cara menimbun dan memasang sandbag untuk mencegah air masuk ke badan jalan. Ditargetkan, pada H-10 penanganan tersebut selesai. ”Sementara penanganan longsoran pada ruas Tomo, Sumedang, saat ini sudah fungsional untuk jalur Lebaran 2023,” kata Endra.
Untuk mengantisipasi titik rawan bencana, pihaknya telah menyiapkan 62 posko mudik di Pulau Jawa yang tersebar pada setiap provinsi. Yakni, 8 posko di Banten, 23 posko di Jawa Barat, 22 posko di Jawa Tengah dan DI Jogjakarta, serta 9 posko di Jawa Timur.
”Seluruh jalan nasional H-10 kita lakukan penghentian pekerjaan (kecuali rutin, Red), tidak boleh ada alat berat. Sementara untuk jalur pantura, perbaikan jalan berlubang ditargetkan sudah selesai,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugianto mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya terus mematangkan pengoperasian Pelabuhan Ciwandan, Banten. Baik itu terkait akses jalan ke pelabuhan maupun penataan area keberangkatan, dermaga, kapal pengangkut, keamanan, dan lainnya. ”Pada lintasan Ciwandan–Bakauheni akan dilayani sebanyak 12 unit kapal Roro, sedangkan lintasan Ciwandan–Panjang akan dilayani tiga unit kapal milik Pelni dan PT ALP,” jelasnya.
Pelabuhan Ciwandan, kata Hendro, bukan alternatif. Tetapi, akan beroperasi bersamaan dengan pelabuhan penyeberangan lainnya selama arus mudik Lebaran, khususnya bagi pengguna sepeda motor dan truk logistik.
Di sisi lain, untuk memastikan kendaraan yang akan beroperasi saat angkutan Lebaran laik jalan, Kemenhub menggencarkan pemeriksaan kendaraan atau ramp check. Baik untuk bus antarkota antarprovinsi (AKAP), antarkota dalam provinsi (AKDP), maupun pariwisata. ”Ramp check dilakukan mulai 27 Februari 2023 hingga 17 April 2023 di terminal bus AKAP dan AKDP, pool bus pariwisata, dan kawasan pariwisata,” jelas Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pitra Setiawan.
Kegiatan ramp check tidak hanya memeriksa kondisi kendaraan. Tetapi juga mengecek awak kendaraan. Termasuk dari sisi administrasi seperti kepemilikan SIM, STNK, dan kir. ”Sejauh ini dari hasil sementara, rata-rata telah memenuhi syarat teknis, akan tetapi belum melengkapi alat-alat pengamanan darurat,” kata dia. Misalnya, alat pemukul kaca, alat pemadam, dongkrak, dan kotak obat. ”Itu kita lakukan peneguran. Kecuali pelanggaran berat, maka kita stop untuk beroperasi,” imbuh Pitra.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi menjelaskan, Operasi Ketupat 2023 dimulai pada 17 April. Pada hari yang sama, semua petugas dikerahkan untuk melakukan pengamanan arus mudik. ”Petugas sudah di lapangan pada 17 April. Perwira pengawas dan jajaran siaga di seluruh jalan tol,” paparnya.
Menurut dia, masyarakat perlu mengetahui bahwa akan diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan penerapan ganjil genap. ”Masyarakat silakan mengikuti perkembangan, ikuti arahan petugas,” katanya.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan mengatakan, sebanyak 142.211 personel gabungan dikerahkan ke 2.787 pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu. ”Pos tersebut berada di jalan tol, akses dan tempat wisata, jalur mudik, serta pelabuhan,” paparnya. (gih/wan/idr/c7/fal)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
