Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 April 2020 | 18.56 WIB

Aksi Kocak Inspektur Vijay Khas India dengan Helm Virus Korona

Inspektur polisi Rajesh Babu, mengenakan helm yang menggambarkan coronavirus, meminta seorang pengendara sepeda motor untuk pulang ke rumah di Chennai, India, pada hari Sabtu. (Reuters) - Image

Inspektur polisi Rajesh Babu, mengenakan helm yang menggambarkan coronavirus, meminta seorang pengendara sepeda motor untuk pulang ke rumah di Chennai, India, pada hari Sabtu. (Reuters)

JawaPos.com - Masih ingat kan dengan tokoh Inspektur Vijay di film-film India yang selalu muncul untuk meringkus musuh? Ya, aksi sang polisi kali ini juga muncul di tengah pandemi virus korona atau Covid-19.

Selama satu menit pak polisi menari di jalanan dengan helm unik seperti virus Korona yang lucu. Aksi polisi itu sebagai hiburan di tengah ketegangan India menghadapi situasi lockdown atau penguncian untuk menghentikan penyebaran Coronavirus.

Kota-kota di India sebagian besar telah sepi selama lebih dari satu minggu karena mematuhi kuncian pemerintah selama 21 hari. Dua petugas polisi yang mengenakan helm Coronavirus merah dan hijau secara teratur menari-nari di sekitar pengguna jalan yang tak patuh berada di dalam rumah.

Salah satunya bernama Inspektur Vijay Hadagil. Dia adalah inspektur polisi di departemen lalu lintas yang melakukan aksi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas bahaya virus Korona.

"Ini sudah menyebar dan mengkhawatirkan," kata Inspektur Vijay, seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis (2/4).

Di Chennai, inspektur polisi Rajesh Babu bergabung dengan seniman setempat untuk merancang helm dengan paku merah dan bola lampu untuk menjaring pengemudi di sana. Di tempat lain di India, polisi juga membagikan masker dan sarung tangan di permukiman kumuh dan mendistribusikan makanan kepada pekerja migran yang berusaha pulang. Serta juga meringkus jutaan dolar masker dan sanitiser palsu dari pasar.

"Ada banyak cerita bagus dan aksi humanis dari para polisi," kata mantan kepala polisi Uttar Pradesh dan sekarang ketua Yayasan dan Lembaga Polisi India, Prakash Singh.

Dia mengatakan polisi bisa melakukan pendekatan persuasif pada masyarakat. Namun ketegasan tetap diperlukan di tengah situasi pandemi.

“Orang-orang suka melanggar hukum. Orang menemukan segala macam alasan untuk kenyamanan mereka. Jadi paksaan tingkat tertentu diperlukan untuk menegakkan keberhasilan lockdown," tegasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Q_DhjpfSDGc

https://www.youtube.com/watch?v=rnoWc2mY020

https://www.youtube.com/watch?v=JqjJsv7-mxA

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore