Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 September 2021 | 15.52 WIB

Tiongkok Hadapi Masalah Baru, Muncul Klaster Baru Covid-19 Imbas PTM

Students wearing face masks are seen in their classroom during a government organised media tour at Shanghai High School after it reopened in Shanghai on May 7, 2020. - Some schools in China that have been closed or online-only since January began gradual - Image

Students wearing face masks are seen in their classroom during a government organised media tour at Shanghai High School after it reopened in Shanghai on May 7, 2020. - Some schools in China that have been closed or online-only since January began gradual

JawaPos.com – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Putian, Provinsi Fujian, Tiongkok, berdampak luar biasa. Terjadi klaster penularan baru Covid-19 di kota tersebut yang berhubungan dengan anak-anak sekolah. Awalnya hanya guru dan siswa yang diuji Covid-19. Tapi, begitu kasus tidak terkendali, kini seluruh penduduk dites. Kota tersebut memiliki sekitar 3,2 juta penghuni.

Dilansir Agence France-Presse, pasien pertama yang dicurigai mengakibatkan wabah di Fujian adalah seorang pria yang baru kembali dari Singapura. Dia mengalami gejala penularan justru setelah dikarantina selama 14 hari. Di akhir masa karantina, hasil tesnya negatif.

Pria ini memiliki putra yang berusia 12 tahun. Bocah tersebut dan seorang temannya termasuk pasien awal yang terdeteksi pekan lalu. Kasus ini ketahuan tak lama setelah masa sekolah baru dimulai. Virus yang diduga didominasi varian Delta tersebut menyebar melalui ruang kelas dan menginfeksi lebih dari 36 siswa. Sebanyak 8 di antaranya adalah murid TK.

’’Ini persebaran terkait sekolah yang terbesar pertama sejak awal pandemi,’’ ujar otoritas setempat.

Kini, total ada lebih dari 100 kasus di Fujian. Senin (13/9) lalu ada 59 kasus penularan lokal baru. Padahal, sehari sebelumnya, kasus baru hanya 22 saja. Sebagian besar kasus baru tersebut ada di Fujian.

Tiongkok sudah menginjeksikan lebih dari 2 miliar dosis vaksin Covid-19. Itu cukup untuk memvaksinasi sekitar 70 persen penduduknya. Namun, kasus di Putian tersebut menimbulkan kekhawatiran pada anak-anak yang masih rentan tertular dan belum divaksin.

Saat ini pemerintah setempat memerintahkan agar sekolah menghentikan PTM. Kota Xiamen yang dekat dengan Putian juga menerapkan aturan serupa. Mereka juga menghentikan layanan bus jarak jauh dan mengetes seluruh penduduknya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Tiongkok di Singapura juga memperingatkan penduduknya agar lebih waspada ketika bepergian ke negara tersebut. Mereka harus bersiap menghadapi kesulitan psikologis dan ekonomi jika pulang kembali ke Tiongkok.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore