
Photo
JawaPos.com - Sebuah laporan dari Kanada membuat para pemburu rusa khawatir. Pasalnya, seekor rusa tewas karena terinfeksi wabah aneh yang dinamakan dengan 'Virus Zombie'. Sehingga rusa itu terlihat kurus hingga tewas.
Menurut VICE World News, sebuah virus aneh, melemahkan, dan sangat menular pada kawanan rusa Kanada. Di beberapa tempat di Kanada, penyakit ini juga disebut Penyakit Wasting Kronis (CWD), yang merupakan kejadian yang mengkhawatirkan.
“Epidemi ini menyebar di antara rusa di padang rumput dan taman,” kata pakar penyakit satwa liar di departemen ikan dan satwa liar pemerintah Alberta dan peneliti di Universitas Alberta, Margo Pybus, seperti dilansir dari News 18, Kamis (7/4).
Penyakit ini awalnya muncul di Kanada pada tahun 1996 di peternakan rusa dan kemudian menyebar ke populasi liar. Meskipun rusa adalah inang paling umum untuk CWD di Amerika Utara, penyakit ini dapat menginfeksi cervid apapun, termasuk elk, moose, dan karibu. Hewan yang terinfeksi segera menjadi sakit, menjadi kurus dan lemah.
Menurut Komisi Sumber Daya Margasatwa Carolina Utara, penyakit wasting kronis mengambil alih sistem saraf rusa dan selalu mematikan. Mereka juga mungkin kehilangan rasa takut rusa terhadap orang dan predator lainnya.
Gejalanya
Rusa yang terinfeksi virus ini menunjukkan gejala seperti air liur, tersandung, koordinasi yang buruk, kesedihan, kelainan perilaku, dan kelumpuhan. Karena gejala ini, beberapa pengamat menjuluki CWD sebagai penyakit 'virus zombie'. Hal itu terutama karena rusa juga dapat menyebarkan penyakit melalui kontak hewan ke hewan, terutama melalui urin dan air liur. Masa inkubasi hingga timbulnya gejala CWD bisa dalam sebulan terakhir.
Mungkinkah Menyebar ke Manusia?
Penyakit ini belum ditemukan menyebar ke manusia, tetapi merupakan bahaya bagi populasi rusa. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit sangat menunjukkan bahwa pemburu manusia dan konsumen sebaiknya hati-hati dengan rusa terinfeksi CWD, baik melalui penanganan bangkai yang tidak memadai, yang dapat memungkinkan darah atau zat tulang belakang dan otak masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi daging yang sederhana sebab virus ini tetap rentan walau dimasak.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
