
poster Abdul Malik al Houthi, pimpinan al-Houthi saat ini/Image by rte.ie/Mysterious Houthi leader who created a defiant force (rte.ie)
JawaPos.com - Beberapa waktu yang lalu heboh serangan gabungan dari Amerika dan Inggris kepada kelompok milisi Houthi asal Yaman.
Faktor yang dianggap menjadi pemicu serangan terhadap Houthi ini adalah karena pembajakan kapal kargo yang akan pergi ke daerah Israel.
Pembajakan kapal kargo yang dilakukan Houthi ini merupakan bentuk protes yang dilakukan mereka atas pembantaian dan agresi militer Israel yang terjadi di Gaza.
Dilansir dari britannica.com, kelompok militan Houthi merupakan gerakan militansi yang terbentuk di Yaman Utara.
Kelompok Houthi didirikan dan dipimpin oleh seorang politisi Yaman dari golongan Syiah Zaidiyah yang bernama Hussein Badruddin al-Houthi.
Sejak tahun 2004, kelompok Houthi terus aktif melakukan pemberontakan kepada pemerintah Yaman yang secara internasional diakui secara hukum.
Latar belakang kelompok Houthi di mulai saat Hussein keluar dari parlemen (1997). Aktivis al Haqq yang karismatik ini mulai membina para pemuda Zaidiyah yang dimaksudkan sebagai alternatif dari jaringan pemuda Wahabi yang serupa.
Jaringan yang dibina oleh Hussein ini menawarkan pendidikan agama, kesejahteraan sosial, dan ikatan persahabatan. Karena penawaran itu, jaringan ini sempat didukung oleh pemerintahan Yaman.
Pendanaan dan dukungan terhadap jaringan yang diasuh Hussein dihentikan pada tahun 2000.
Hal ini karena popularitas dari jaringan pemuda Zaidiyah ini meningkat dan kritik-kritik yang dilancarkan organisasi ini semakin kuat terhadap kepemimpinan Presiden Saleh dalam pemerintahan Yaman.
Presiden Saleh yang mendukung Amerika atas propaganda “War on Terror” dan Invasi amerika ke Irak memancing amarah dari beberapa gerakan dan simpatisan. Akibatnya, ketegangan antara jaringan pemuda Zaidiyah dan rezim Presiden Saleh meningkat.
Pada bulan Juli 2004 Rezim Saleh mengutus untuk menindak simpatisan yang bergerak bersama jaringan pemuda Zaidiyah.
Selain itu, saleh juga mengeluarkan perintah penangkapan kepada Hussein al-Houthi.
Setelah berbulan-bulan menjalani perlawanan bersenjata kepada rezim, Hussein akhirnya terbunuh oleh Tentara Yaman.
Kepemimpinan sementara dari gerakan pun dialihkan kepada ayahnya sebelum kemudian diambil alih saudaranya Abdul Malik al-Houthi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022