
Mobil patroli polisi di kawasan permukiman di Goejeong-dong, Daejeon (29/7) tempat seorang pria menikam mantan pacarnya hingga tewas (Dok. Yonhap)
JawaPos.com - Seorang pria berusia 20-an ditangkap setelah menikam mantan pacarnya yang berusia 30-an hingga tewas di siang bolong di Daejeon, Korea Selatan. Polisi menganggap serangan ini direncanakan.
Kronologi Kejadian dan Penangkapan
Dikutip dari Korea Times, pada 29 Juli, sekitar pukul 12.08 siang, seorang wanita yang diidentifikasi sebagai B ditikam di trotoar dekat rumahnya di kawasan Goejeong-dong.
Paramedis menemukan korban mengalami henti jantung dan membawanya ke rumah sakit, di mana ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Tersangka, yang diidentifikasi sebagai A, segera melarikan diri dari tempat kejadian. Polisi melacak gerakannya melalui rekaman CCTV.
Setelah penusukan, ia menggunakan mobil sewaan yang diparkir di dekat kediaman korban untuk melarikan diri, lalu beralih ke sepeda motor beberapa jam kemudian untuk menghindari jejak.
Jejak A sempat hilang setelah ia tiba di Gwanjeo-dong, di mana tidak ada rekaman CCTV lebih lanjut.
Pada 30 Juli, polisi menerima laporan pertama pada pukul 10.39 pagi dari seorang karyawan di rumah duka di distrik Seo, tempat upacara penghormatan terakhir untuk korban diadakan.
Karyawan itu melaporkan bahwa seorang pria yang mengaku sebagai pacar korban telah memasuki rumah duka dan pergi tak lama setelah ditanya.
Panggilan lain masuk pada pukul 11.45 pagi tentang seorang pria yang muntah di dalam kendaraan yang sedang diparkir. Panggilan ini mendorong polisi untuk melacak dan menangkap tersangka.
A akhirnya ditangkap di dekat sebuah terowongan di Distrik Jung setelah dilacak melalui rekaman CCTV dan informasi dari masyarakat.
Saat ditangkap, A mencoba menenggak racun dan segera dilarikan ke rumah sakit. Menurut otoritas, kondisinya stabil dan tidak mengancam nyawa.
Saat penangkapan, A berulang kali menyatakan bahwa B tidak menghormatinya, namun ia menolak menjawab pertanyaan tentang niatnya untuk membunuh.
Polisi menyatakan bahwa ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa serangan itu direncanakan, termasuk persiapan mobil dan sepeda motor oleh tersangka untuk menghindari penangkapan.
Seorang pejabat kepolisian menjelaskan bahwa saat ini sulit untuk melanjutkan interogasi atau mengajukan surat perintah penahanan A karena ia masih dirawat di ruang perawatan intensif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Kuching City vs Kitchee: The Cats Incar Poin, Wakil Hong Kong Ingin Beri Perlawanan
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022