Militer Myanmar menggerebek pusat penipuan daring di perbatasan Thailand (X @ThaiEnquirer)
JawaPos.com - Langkah besar dilakukan militer Myanmar untuk menumpas kejahatan siber lintas negara. Dalam penggerebekan di perbatasan Thailand, ribuan orang ditahan dan perangkat internet satelit ilegal disita.
Kompleks yang digerebek itu beroperasi tanpa izin dan diyakini menjadi pusat sindikat penipuan terbesar di Asia Tenggara.
Dilansir dari Asahi Shimbun, Rabu (22/10) dan laporan investigasi dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), militer Myanmar melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap pusat kejahatan siber KK Park di kawasan Myawaddy, negara bagian Kayin yang berbatasan langsung dengan Thailand.
Dalam operasi itu, 2.198 orang ditangkap dan 30 perangkat Starlink milik SpaceX disita karena digunakan secara ilegal.
Menurut media pemerintah Myanma Alinn, KK Park digunakan oleh sindikat kriminal internasional untuk melakukan pencucian uang, penipuan online, serta modus romansa dan investasi palsu.
Kompleks ini sangat luas, terdiri atas ratusan bangunan bertingkat tanpa izin, termasuk gedung empat hingga lima lantai, puluhan rumah toko, dan bangunan yang masih dalam tahap pembangunan.
OCCRP (21/10) melaporkan bahwa pembangunan KK Park dimulai pada 2020 dan rampung setelah kudeta militer 2021.
Aktivis dari kelompok Justice for Myanmar menuduh bahwa kompleks ini beroperasi di bawah pengawasan kelompok etnis bersenjata Karen Border Guard Force (BGF) yang sebelumnya juga disebut oleh laporan Deutsche Welle (2024) terlibat memberi keamanan bagi jaringan scam tersebut.
Selain itu, laporan Australian Strategic Policy Institute (ASPI) mencatat bahwa jumlah pusat penipuan di perbatasan Myanmar–Thailand meningkat pesat, dari 11 menjadi 30 lokasi sejak 2021 dengan ekspansi rata-rata 13,5 hektare per bulan.
Modus rekrutmen pekerja di pusat-pusat penipuan ini hampir seragam, korban direkrut dari berbagai negara Asia, termasuk kemungkinan dari Indonesia dengan tawaran pekerjaan palsu sebelum akhirnya disekap dan dipaksa bekerja dalam jaringan kejahatan siber.
Laporan PBB memperkirakan, operasi penipuan di Asia Tenggara telah menyedot antara 18 hingga 37 miliar dolar AS (sekitar Rp 298 triliun hingga Rp 613 triliun) dari korban di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara sepanjang tahun 2023.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022