Seorang pasien di Tiongkok menguji perangkat antarmuka otak-komputer (BCI) NeuroXess.
JawaPos.com — Pemerintah Tiongkok tengah mempercepat pengembangan industri implan otak dan teknologi antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI).
Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi nasional membangun perusahaan teknologi medis kelas dunia guna menyaingi perusahaan Amerika Serikat, seperti Neuralink milik Elon Musk. Kebijakan ini ditopang pelonggaran regulasi serta peningkatan arus investasi, yang mempercepat transisi riset menuju uji klinis pada manusia.
Melansir Financial Times, Kamis (19/2/2026), langkah tersebut mulai menunjukkan hasil konkret. NeuroXess, perusahaan rintisan yang berdiri di Shanghai pada 2021, telah melangkah ke tahap uji klinis manusia dalam waktu relatif singkat. Perusahaan ini mengembangkan chip otak yang memungkinkan komunikasi antara manusia dan mesin.
Pendiri NeuroXess, Tiger Tao, mengatakan dukungan pemerintah dan antusiasme investor memungkinkan perusahaannya “mempercepat waktu dari pengembangan di laboratorium ke pasar.” Dia menegaskan, “Ini adalah manfaat paling penting dari dukungan pemerintah. Bagi kami, waktu sama dengan uang.” Pernyataan itu mencerminkan bagaimana percepatan komersialisasi menjadi kunci dalam persaingan teknologi strategis.
Tahun lalu, otoritas Tiongkok menetapkan teknologi antarmuka otak-komputer sebagai sektor strategis nasional. Pemerintah menerbitkan peta jalan yang menargetkan lahirnya dua hingga tiga perusahaan “kelas dunia” pada 2030. Kebijakan tersebut menjanjikan penyederhanaan regulasi, dorongan eksperimen klinis, serta mobilisasi modal sebagai sinyal dukungan politik jangka panjang. Sejak Februari tahun lalu, sepuluh uji klinis implan otak invasif telah diluncurkan.
Dari sisi pendanaan, percepatan terlihat signifikan. Data dari Dongmaicheng, penyedia data pasar di Tiongkok, menunjukkan sedikitnya 24 putaran pendanaan untuk perusahaan rintisan antarmuka otak-komputer dalam 11 bulan pertama 2025, meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Perusahaan-perusahaan Tiongkok bergerak sangat agresif untuk membawa perangkat ini ke tahap penggunaan pada pasien serta memperluas aplikasinya,” ujar Max Riesenhuber, ahli saraf dan pakar antarmuka otak-komputer di Georgetown University.
Secara teknis, NeuroXess menanamkan jaring tipis berbahan polimida—sejenis polimer sintetis yang lentur dan tahan panas—serta logam di permukaan otak untuk menangkap sinyal saraf, yang kemudian diteruskan ke perangkat elektronik eksternal. Implan tersebut terhubung ke baterai yang ditempatkan di dada melalui kabel di luar tengkorak.
Tao menjelaskan bahwa pengujian awal dengan elektroda yang ditanam langsung ke jaringan otak memicu pembentukan jaringan parut—lapisan jaringan yang terbentuk sebagai respons tubuh terhadap benda asing—yang pada akhirnya menurunkan kualitas sinyal dari waktu ke waktu.
Sebaliknya, Neuralink mengandalkan elektroda mikro yang ditanam langsung ke jaringan otak. Perusahaan tersebut menyatakan inovasinya menggunakan benang mikroskopis—setebal sepersepuluh rambut manusia—yang dijahit secara presisi untuk menghindari jaringan sensitif sehingga meminimalkan pembentukan jaringan parut.
Neuralink juga melaporkan sejumlah peserta uji klinis mampu mencapai dan melampaui 10 bit per detik, ukuran kecepatan dekode informasi saraf, dibandingkan hingga 5,2 bit per detik yang diumumkan NeuroXess.
Saat ini, NeuroXess berfokus pada aplikasi medis bagi pasien dengan kelumpuhan berat atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS), penyakit degeneratif yang menyerang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Tao menyebut populasi pasien yang besar di Tiongkok memudahkan rekrutmen peserta uji klinis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
