
Wisatawan asing mengunjungi Dazaifu Tenmangu, sebuah kuil Shinto di Prefektur Fukuoka, Jepang bagian barat daya, pada Mei 2026. (Kyodo)
JawaPos.com - Jepang mulai mengurangi ketergantungan terhadap wisatawan Tiongkok pada musim liburan musim panas tahun ini. Penurunan tajam kunjungan dari Tiongkok diimbangi pertumbuhan wisatawan dari negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (14/8), jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Jepang selama enam bulan pertama tahun ini anjlok 56,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik kedua negara. Pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di parlemen tahun lalu mengenai kemungkinan respons Jepang terhadap krisis di Taiwan memicu kemarahan Beijing.
Tiongkok kemudian mengimbau warganya tidak bepergian ke Jepang dan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut.
Meski jumlah wisatawan Tiongkok merosot tajam, dampaknya terhadap total kunjungan wisatawan asing ke Jepang relatif terbatas. Jepang menerima sekitar 21,08 juta wisatawan asing sepanjang Januari hingga Juni, turun 2 persen dari periode yang sama pada 2025 yang mencatat rekor.
Pertumbuhan wisatawan dari Korea Selatan, Taiwan, Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat membantu mengimbangi berkurangnya wisatawan Tiongkok. Nilai tukar yen yang lemah juga disebut turut mendukung peningkatan kunjungan tersebut.
Data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang menunjukkan belanja awal wisatawan asing untuk akomodasi dan belanja mencapai ¥4,85 triliun (setara Rp538,35 triliun, kurs 1 JPY = Rp111) pada paruh pertama tahun ini. Angka tersebut naik 1,3 persen dan menjadi rekor tertinggi untuk periode enam bulan pertama.
Ryo Nishikawa, profesor madya yang mendalami kebijakan pariwisata di Universitas Rikkyo, melihat adanya proses "diversifikasi" asal wisatawan ke Jepang.
"Kita mulai melihat pariwisata mempertahankan momentumnya tanpa bergantung pada Tiongkok," kata Nishikawa.
Pembatalan perjalanan wisatawan Eropa sempat meningkat ketika situasi di Timur Tengah memburuk pada awal tahun. Namun, menurut Nishikawa, pembatalan tersebut hanya mencakup "persentase kecil" dari total wisatawan asing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
