Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Maret 2026, 04.50 WIB

Serangan AS dan Israel Tewaskan 175 Anak SD di Kota Minab, Dubes Boroujerdi Ajak Anak-Anak Indonesia Doa Bersama

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa peran negara di Selat Hormuz adalah penyelenggara keamanan. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa peran negara di Selat Hormuz adalah penyelenggara keamanan. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia menyelenggarakan doa bersama, tahlilan, dan santunan anak yatim pada Sabtu (14/3). Dalam kegiatan yang berlangsung di kediaman pribadi Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi itu turut disinggung mengenai serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Kota Minab pada 28 Februari lalu.

Dubes Boroujerdi menyampaikan bahwa serangan tersebut mengakibatkan 175 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia. Mereka menjadi korban serangan perdana yang dilancarkan oleh AS bersama Israel ke Iran beberapa waktu lalu. Untuk mengenang dan mendoakan mereka, pihaknya menyelenggarakan doa bersama anak-anak yatim di Indonesia.

”Amerika yang brutal dan rezim zionis (Israel) yang pembunuh anak telah menyerang negara kami, dalam serangan hari pertamanya mereka menargetkan sebuah sekolah dasar SD di Kota Minab, dimana dalam serangan tersebut 175 anak SD menjadi korban dan menjadi syahid,” kata dia kepada awak media.

Sebagai perwakilan resmi Iran di Indonesia, Boroujerdi mengaku sangat rindu dengan anak-anak di Iran. Anak-anak yang saat ini tengah berada dalam situasi perang. Untuk mengobati kerinduan tersebut, dia mengundang anak-anak Indonesia ke kediamannya. Mereka diajak berdoa bersama, tahlilan, dan mendapatkan santunan.

”Kami rindu kepada putra-putri bangsa kami yang telah syahid, yang yang sudah tidak ada lagi di antara kita. Maka saya berpikir, saya mengundang putra-putri dari Indonesia yang saudara bagi kami. Saya mengundang mereka agar rasa rindu saya kepada anak-anak dan putra-putri bangsa saya bisa saya ekspresikan kepada mereka,” ucap Boroujerdi.

Untuk anak-anak tersebut, Boroujerdi berdoa agar mereka tidak mengalami hal serupa seperti anak-anak di Iran. Dia berharap anak-anak Indonesia selalu diberikan keselamatan dan kesejahteraan sepanjang hidup. Jangan sampai, kata dia, mereka menyaksikan dan mengalami situasi perang yang sangat mengerikan seperti di Iran saat ini.

”Saya mendoakan adik-adik semua yang hadir, kesejahteraan dan keselamatan sepanjang hidupnya dan kesuksesan. Saya mendoakan anda semua tidak pernah berhadapan, menyaksikan, maupun mengalami keadaan perang yang sedang dialami oleh putra-putri bangsa kami,” ujarnya.

Sebelumnya dia menyampaikan bahwa Iran akan terus memerangi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Mereka bertekad memberikan pelajaran kepada kedua negara tersebut pasca serangan yang dilakukan sejak akhir Februari lalu. Dalam serangan tersebut, pemimpin agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia bersama beberapa keluarganya.

Menurut Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi sampai hari ini (14/3), serangan masih terus terjadi. AS bersama Israel terus menarget beberapa lokasi di Iran. Bahkan, Boroujerdi menyebut, kedua negara itu tidak segan menjatuhkan bom di rumah-rumah warga dan berbagai fasilitas sipil lainnya.

”Update terakhir adalah musuh imperialis (AS) dan musuh zionis (Israel) masih terus melakukan serangan dan menargetkan rumah-rumah masyarakat, fasilitas sipil, dan berbagai tempat yang berhubungan dengan masyarakat banyak,” kata dia saat diwawancarai di kediaman pribadinya pada Sabtu malam (14/3).

Boroujerdi menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur untuk terus melawan dan memerangi AS maupun Israel. Dia menyebut, saat ini Iran tidak akan lagi berkompromi dengan kedua negara tersebut. Dengan suksesi kepemimpinan pasca berpulangnya Khamenei, Iran bertekad memberikan pelajaran kepada AS dan Israel.

”Agenda kami adalah terus melawan, terus melancarkan perlawanan dan kami tidak akan kompromi dengan pihak musuh. Pihak musuh harus sekali dalam sejarah diberikan pelajaran agar belajar dari perkembangan yang terjadi, dan kelihatannya kami masih jauh dari sisi tersebut,” ucap dia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore