
Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)
JawaPos.com - Kepala keamanan Iran Ahmad Reza Radan, mengatakan pihaknya telah menahan "500 mata-mata" yang bekerja untuk "musuh" dan "media anti-Iran," termasuk mereka yang memberikan data untuk serangan terhadap Iran.
"Iran telah menahan 500 mata-mata, yang mengirimkan informasi kepada musuh dan media anti-Iran," kata Radan, dilansir dari Antara, Senin (16/3).
Dia menambahkan bahwa 250 dari mereka yang ditahan memberikan informasi tentang serangan, dan "memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok tertentu, serta berupaya mengganggu ketertiban umum."
Iran telah menyerang wilayah Israel dan target militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.
Baca Juga:Menlu Iran Araghchi Sebut Pihaknya Menyambut Baik Inisiatif untuk Akhiri Konflik Timur Tengah
Hari pertama aksi militer itu mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur, dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga porak-poranda setelah dibombardir pasukan AS.
Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.300 orang.
