
Pabrik Volkswagen di Osnabrück, Jerman (Financial Times)
JawaPos.com - Volkswagen tengah menjajaki langkah strategis yang menandai perubahan signifikan arah industrinya, yakni beralih dari produksi kendaraan sipil ke sektor pertahanan melalui potensi kerja sama dengan Israel. Langkah ini mencerminkan tekanan besar yang kini dihadapi industri otomotif Eropa.
Dalam perkembangan tersebut, Volkswagen membuka pembicaraan dengan Rafael Advanced Defence Systems untuk mengubah fungsi salah satu pabriknya menjadi pemasok komponen sistem pertahanan udara Iron Dome.
Melansir Financial Times, Kamis (26/3/2026), kedua pihak mempertimbangkan konversi pabrik Volkswagen di Osnabrück, Niedersachsen, Jerman, menjadi fasilitas produksi komponen Iron Dome. Pabrik tersebut sebelumnya difokuskan pada produksi kendaraan, namun dijadwalkan mengakhiri produksi saat ini pada 2027.
Sejalan dengan itu, Volkswagen menyatakan masih dalam tahap eksplorasi. Juru bicara perusahaan melalui pernyataannya kepada DW menegaskan, "Produksi senjata oleh Volkswagen AG tetap tidak direncanakan untuk masa depan, dan kami tidak berspekulasi mengenai rencana lebih lanjut untuk lokasi Osnabrück." Namun, ia mengakui perusahaan "terus mengeksplorasi opsi yang layak" sebagai bagian dari evaluasi terbuka pasca-2027.
Tekanan Industri dan Ancaman Lapangan Kerja
Pabrik Osnabrück saat ini mempekerjakan sekitar 2.300 pekerja yang posisinya terancam seiring rencana penghentian produksi. Bahkan, sejak 2024 Volkswagen telah memangkas jam kerja sebagai bagian dari efisiensi biaya.
Lebih luas, grup Volkswagen yang juga menaungi Porsche, Audi, dan Skoda berencana memangkas hingga 50.000 pekerjaan di Jerman hingga 2030 setelah laba perusahaan menyentuh titik terendah dalam satu dekade. CEO Oliver Blume mengakui perusahaan kini beroperasi dalam "lingkungan yang secara fundamental berbeda."
Dalam konteks ini, kerja sama dengan sektor pertahanan dipandang sebagai jalan keluar. Salah satu sumber menyatakan, "Tujuannya adalah menyelamatkan semua orang, bahkan mungkin berkembang," seraya menambahkan bahwa keputusan tetap berada di tangan pekerja.
Dukungan Pemerintah dan Faktor Politik
Rencana ini juga mendapat dorongan dari pemerintah Jerman. Meskipun pemerintah federal tidak memiliki saham langsung di Volkswagen, negara bagian Niedersachsen memegang sekitar 12 persen saham dan 20 persen hak suara, sehingga memiliki pengaruh signifikan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
