
Sam Altman, CEO OpenAI. (The Guardian)
JawaPos.com — Ketika video berbasis kecerdasan buatan mulai membanjiri ruang digital—dari adegan hiper-realistis hingga kreasi absurd yang sulit dibedakan dari kenyataan—Sora muncul sebagai simbol lompatan terbaru industri teknologi. Namun di balik euforia tersebut, OpenAI justru memilih menghentikan layanan itu, hanya beberapa bulan setelah membawanya ke arus utama.
Penghentian ini, dalam konteks yang lebih luas, menandai perubahan arah strategis perusahaan di tengah meningkatnya tekanan terhadap pengelolaan konten berbasis AI. Sebelumnya, Sora diposisikan sebagai simbol ambisi OpenAI untuk mendominasi pasar kreatif digital, bersaing dalam ekosistem teknologi global yang juga digerakkan oleh tokoh-tokoh seperti Elon Musk hingga Mark Zuckerberg.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip The Guardian, Kamis (26/3/2026), OpenAI menyampaikan pesan langsung kepada komunitas penggunanya. “Kepada semua yang telah berkarya dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih,” tulis perusahaan. Mereka menambahkan, “Apa yang Anda ciptakan dengan Sora sangat berarti, dan kami tahu kabar ini mengecewakan.”
Jika ditarik ke belakang, keputusan tersebut terasa kontras dengan langkah agresif perusahaan sebelumnya. Sora pertama kali diperkenalkan ke publik pada akhir 2024, namun lonjakan popularitasnya baru benar-benar terjadi setelah peluncuran Sora 2 dan aplikasi mandiri pada September 2025. Tak lama kemudian, aplikasi tersebut langsung menduduki posisi puncak di App Store Apple, mencerminkan tingginya antusiasme pasar terhadap teknologi video berbasis AI.
Di sisi lain, popularitas tersebut juga membawa konsekuensi serius. Beragam konten kontroversial muncul, mulai dari video absurd seperti mendiang Putri Diana melakukan parkour hingga anjing yang mengemudi mobil. Tak berhenti di situ, penggunaan Sora juga memunculkan persoalan serius, mulai dari beredarnya konten kekerasan dan rasisme hingga praktik deepfake yang berpotensi menyesatkan publik.
Dalam konteks itulah, kritik tajam mulai bermunculan dari kalangan analis. CEO Alon Yamin dari Copyleaks menyebut, “Sora secara diam-diam menjadi mimpi buruk dalam moderasi konten.” Dia memperingatkan bahwa persoalan tidak berhenti di sini. “Deepfake berbahaya dan media manipulatif hanya akan berpindah ke platform yang lebih tertutup dan sulit diaudit,” ujarnya.
Ironisnya, sehari sebelum pengumuman penutupan, OpenAI justru merilis blog berjudul “Creating with Sora safely” yang menjelaskan upaya peningkatan keamanan platform, termasuk perlindungan bagi remaja dan pembatasan terhadap konten berbahaya seperti materi seksual, propaganda terorisme, serta promosi tindakan menyakiti diri sendiri.
Selanjutnya, implikasi bisnis dari keputusan ini juga signifikan. Hanya tiga bulan sebelumnya, OpenAI menandatangani kerja sama tiga tahun dengan The Walt Disney Company yang memungkinkan pengguna Sora membuat video menggunakan lebih dari 200 karakter berlisensi dari Marvel, Pixar, dan Star Wars. Kini, kerja sama tersebut resmi dihentikan.
Dalam pernyataannya kepada The Guardian, perwakilan Disney menyatakan, “Seiring pesatnya perkembangan bidang AI yang masih baru, kami menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis pembuatan video dan mengalihkan prioritasnya ke area lain.” Mereka menambahkan, “Kami menghargai kolaborasi konstruktif antara tim kami dan akan terus menjajaki platform AI lain untuk menjangkau penggemar secara bertanggung jawab.”

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
