
Halaman depan Tehran Times menampilkan tajuk provokatif 'Welcome to Hell' (X @TehranTimes79)
JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memasuki fase yang lebih tajam setelah media resmi Iran melontarkan peringatan keras terhadap kemungkinan operasi militer darat Washington.
Pesan tersebut tidak hanya bernada simbolik, tetapi juga disampaikan secara eksplisit sebagai ancaman langsung terhadap setiap upaya pengerahan pasukan Amerika ke wilayah Iran.
Peringatan itu muncul melalui editorial yang diterbitkan oleh harian Tehran Times, yang juga dipromosikan secara luas melalui media sosial dalam edisi khusus. Judul utama bertuliskan "Welcome to Hell" disertai subjudul tegas: "Pasukan AS yang menginjakkan kaki di tanah Iran hanya akan pulang dalam peti mati." Pernyataan ini secara langsung ditujukan kepada militer Amerika Serikat.
Melansir NDTV, Sabtu (28/3/2026), pesan tersebut diposisikan sebagai tantangan terbuka terhadap Washington di tengah meningkatnya spekulasi terkait kemungkinan eskalasi militer. Sementara itu, sejumlah politisi Amerika justru mulai mendorong opsi pengerahan pasukan darat sebagai langkah untuk menekan Teheran.
Secara visual, halaman depan edisi tersebut menampilkan sekelompok tentara berseragam tempur yang berjalan menuju pesawat militer, dilihat dari belakang. Gambar itu memperkuat narasi bahwa setiap intervensi militer akan membawa konsekuensi fatal bagi pasukan yang terlibat.
Lebih jauh, editorial itu menyatakan bahwa setiap operasi darat AS di Iran akan berujung pada "perangkap mematikan" yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. Media tersebut bahkan menegaskan bahwa "pasukan dan peralatan Amerika akan dihancurkan" apabila Washington tetap mengirimkan pasukan ke wilayah Iran.
Selain itu, artikel tersebut juga memperingatkan bahwa seluruh kepentingan Amerika di kawasan akan menjadi target serangan. Dengan kata lain, konflik tidak akan terbatas pada wilayah Iran, melainkan berpotensi meluas ke pangkalan militer dan aset strategis AS di seluruh Timur Tengah.
Di sisi lain, analisis dalam editorial itu juga menyoroti faktor domestik Amerika Serikat. Disebutkan bahwa opini publik di dalam negeri AS cenderung menolak keterlibatan dalam perang darat baru di Iran. Dalam narasi tersebut, perang semacam itu digambarkan sebagai langkah yang "secara politik akan merugikan Washington."
Namun demikian, dorongan ke arah eskalasi justru datang dari sebagian tokoh politik Amerika. Mantan utusan khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg, bersama Senator Republik Lindsey Graham, disebut-sebut mendukung pengerahan pasukan sebagai cara untuk memaksa Iran menyerah.
Lebih lanjut, Ketua Komite Angkatan Bersenjata DPR AS dari Partai Republik, Mike Rogers, mengungkapkan ketidakjelasan strategi pemerintah. Ia menyatakan bahwa pengarahan tertutup terkait Iran "tidak menjawab pertanyaan anggota parlemen mengenai kemungkinan pengerahan pasukan," menandakan adanya ketidakpastian dalam kebijakan militer Washington.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
