
Selat Hormuz tak kunjung dibuka, Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit energi dan jembatan di Iran. (Freepik)
JawaPos.com - Pemerintah Iran mulai menunjukkan langkah konkret untuk memperketat kendali di Selat Hormuz, jalur vital energi dunia, di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Teheran menegaskan bahwa kawasan tersebut akan diatur ulang dalam sebuah 'tatanan regional baru' yang kini memasuki tahap akhir persiapan.
Melalui pernyataan resmi, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut, keseimbangan strategis di Selat Hormuz telah berubah secara fundamental. Kondisi lama. terutama bagi Amerika Serikat dan Israel, disebut tidak lagi berlaku.
“Jalur ini tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelumnya,” tegas IRGC, mengisyaratkan perubahan besar dalam dinamika keamanan kawasan sebagaimana dikutip dari outlet lokal.
Pejabat militer Iran juga mengungkapkan bahwa perencanaan operasional terkait 'tatanan baru Teluk Persia' kini mendekati tahap final. Pernyataan ini menunjukkan Teheran tidak hanya melontarkan retorika, tetapi juga mengombinasikan strategi militer dengan kesiapan nyata di lapangan.
Langkah tersebut menempatkan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling krusial di dunia, dalam potensi ketegangan baru yang bisa berdampak global.
Selain itu, di sisi legislatif, parlemen Iran juga bergerak cepat. Komisi Keamanan Nasional telah menyetujui rancangan undang-undang yang akan mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz, termasuk rencana penerapan biaya transit.
RUU yang disahkan pada 31 Maret itu menjadi sinyal kuat bahwa Iran ingin memperkuat kontrol hukum atas jalur strategis tersebut.
Berdasarkan rincian yang beredar, rancangan aturan tersebut mencakup sejumlah poin krusial seperti pengenaan biaya transit menggunakan mata uang rial Iran, larangan melintas bagi Amerika Serikat dan Israel dan pembatasan terhadap negara yang mendukung sanksi sepihak terhadap Iran.
Perluasan kewenangan militer Iran dalam penegakan di selat juga akan berlaku, bersamaan dengan penguatan keamanan maritim dan keselamatan navigasi dan ketentuan perlindungan lingkungan serta koordinasi hukum dengan Oman.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
