
Seorang petugas polisi berjalan melewati papan iklan mengenai negosiasi Amerika Serikat dan Iran, di luar pusat fasilitasi media di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. (Anjum Naveed/AP).
JawaPos.com - Upaya diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan terjal. Setelah maraton perundingan selama hampir sehari penuh di Islamabad, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan, memicu kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata sementara yang baru berjalan dua pekan.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengkonfirmasi bahwa delegasi negaranya telah meninggalkan Pakistan tanpa hasil konkret. Ia menegaskan bahwa kegagalan ini lebih merugikan Teheran dibanding Washington.
“Kami belum berhasil mencapai kesepakatan. Ini tentu bukan kabar baik, terutama bagi Iran. Posisi kami sudah jelas, termasuk batasan-batasan yang tidak bisa dinegosiasikan,” ujar Vance kepada wartawan usai pertemuan.
Menurut Vance, salah satu hambatan utama adalah sikap Iran yang tidak bersedia menerima sejumlah tuntutan inti, khususnya terkait komitmen untuk tidak mengembangkan apa yang AS tuding selama ini yakni senjata nuklir maupun kemampuan yang memungkinkan produksi cepat senjata tersebut.
“Kami membutuhkan jaminan tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir atau teknologi pendukungnya. Itu menjadi prioritas utama Presiden AS dan inti dari negosiasi ini,” tegasnya.
Di sisi lain, Iran menyalahkan tuntutan Washington yang dianggap berlebihan sebagai penyebab kebuntuan. Meski demikian, sinyal diplomatik belum sepenuhnya padam. Pemerintah Iran menyebut pembicaraan masih bisa dilanjutkan melalui jalur teknis, termasuk pertukaran dokumen antar ahli.
Pertemuan ini menjadi momen penting karena merupakan kontak langsung pertama antara kedua negara dalam lebih dari satu dekade, sekaligus dialog tingkat tinggi paling signifikan sejak Revolusi Islam Iran 1979.
Delegasi AS turut diisi utusan khusus Steve Witkoff serta penasihat senior Jared Kushner. Sementara Iran mengirim Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Menurut sumber lokal, Tasnim, seorang sumber Pakistan menyebut dinamika perundingan berlangsung fluktuatif, dengan suasana yang kerap memanas lalu mereda sepanjang sesi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
