
Ilustrasi penyebaran Hantavirus. (Ratopati)
JawaPos.com - Wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar mewah MV Hondius kini memicu penyelidikan lintas negara setelah sejumlah penumpang dilaporkan terinfeksi dan beberapa meninggal dunia.
Dikutip dari Novinite, otoritas kesehatan di Argentina, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Jerman hingga WHO sedang melacak kemungkinan sumber penularan serta pergerakan para penumpang yang sempat turun dari kapal dan kembali ke negara masing-masing.
Kasus ini menjadi perhatian global karena virus yang ditemukan merupakan varian Andes hantavirus, jenis langka yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan berasal dari kawasan Amerika Selatan.
MV Hondius sebelumnya berlayar dari Ushuaia, Argentina selatan menuju Antartika. Dalam perjalanan tersebut, beberapa penumpang dilaporkan jatuh sakit hingga harus dievakuasi ke berbagai negara.
Otoritas kesehatan mengkonfirmasi sedikitnya tiga kematian terkait wabah hantavirus di kapal tersebut. Korban pertama adalah pria Belanda berusia 70 tahun yang meninggal pada 11 April saat masih berada di atas kapal.
Jenazahnya kemudian diturunkan di Saint Helena. Istrinya yang berusia 69 tahun ikut terinfeksi, dievakuasi ke Afrika Selatan, lalu meninggal di Johannesburg pada 26 April.
Korban lainnya adalah seorang perempuan asal Jerman yang meninggal pada 2 Mei.
Selain itu, Swiss juga melaporkan satu kasus positif dari penumpang yang telah turun lebih awal dari kapal.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kini memantau sejumlah penumpang di beberapa negara bagian seperti California, Georgia, dan Arizona. Penumpang lain yang pernah berada di kapal juga dipantau di Inggris, Belanda, dan Jerman.
Selain itu, penyelidikan kini mengarah pada kemungkinan paparan virus sebelum penumpang naik kapal di Ushuaia.
Pasangan asal Belanda yang menjadi korban diketahui sempat melakukan perjalanan ke Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki MV Hondius pada 1 April.
Masalahnya, otoritas Argentina menyebut wilayah Tierra del Fuego tidak pernah melaporkan keberadaan virus tersebut sejak 1996. Kondisi ini membuat penelusuran sumber infeksi menjadi lebih rumit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022