
Ilustrasi Hantavirus. (UK Health Security Agency).
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di negaranya, meski dunia internasional tengah menyoroti munculnya klaster dugaan infeksi hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan tiga kematian.
Dalam pernyataan resminya, KKM menyebut risiko penularan kepada masyarakat Malaysia masih rendah. Namun pemerintah tetap memperketat pengawasan di pelabuhan internasional, fasilitas kesehatan, hingga laboratorium guna mengantisipasi potensi masuknya penyakit tersebut.
Meski belum ada kasus terkonfirmasi, KKM menyatakan terus memantau perkembangan global melalui mekanisme International Health Regulations (IHR 2005) dan jaringan peringatan kesehatan WHO.
Sejumlah langkah pengawasan kini diperkuat, antara lain pemantauan situasi internasional secara berkelanjutan melalui WHO dan jaringan kesehatan global, pemeriksaan sanitasi kapal dan pengawasan infestasi tikus di pelabuhan internasional, lenguatan pemantauan di seluruh pintu masuk internasional dan peningkatan kesiapan fasilitas kesehatan untuk deteksi dini dan penanganan pasien suspek.
Penguatan kapasitas laboratorium, termasuk pengujian strain baru seperti Andes Virus juga dilakukan bersamaan dengan peningkatan surveillance penyakit menular dan sistem Event-Based Surveillance (EBS) serta kerja sama lintas instansi, termasuk otoritas perbatasan, dinas veteriner, dan pemerintah daerah.
KKM juga mengungkapkan bahwa Institut Penelitian Medis (IMR) Malaysia selama ini rutin melakukan pengujian hantavirus dengan rata-rata 20 hingga 30 sampel per tahun. Namun seluruh hasil pemeriksaan sejauh ini masih negatif.
Dalam keterangan yang sama, otoritas Malaysia juga menyebut, sepanjang 1 Januari hingga 2 Mei 2026, sebanyak 22.367 kapal dan perahu telah diperiksa di berbagai pintu masuk internasional Malaysia.
Dalam periode yang sama, otoritas kesehatan juga menerbitkan 2.421 sertifikat pratique serta 1.146 Ship Sanitation Certificate (SSC) guna memastikan kapal yang masuk memenuhi standar kesehatan publik, sanitasi, dan pengendalian hama sesuai aturan IHR 2005.
KKM mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan sederhana, terutama menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya. Masyarakat juga diminta menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area yang terkontaminasi kotoran tikus, serta tidak menyapu atau menyedot kotoran tikus secara langsung karena dapat menyebarkan partikel berbahaya ke udara.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
